Sumbar jadi sentra peternakan kuda pacuan

Ilustrasi peternakan kuda pacuan (FOTO ANTARA)

.....Dengan banyak peternak maka banyak pula kuda yang dilahirkan. Calon atletpun tidak akan kesulitan untuk berlatih dan berprestasi"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA Bengkulu) - Provinsi Sumatra Barat akan menjadi sentra peternakan kuda khusus pacuan karena dinilai menguntungkan dari sisi pembinaan atlet serta dari sisi ekonomi bagi masyarakat.

Ketua PB Pordasi Mohammad Chaidir Saddak di Jakarta, Minggu mengatakan, Sumbar merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai kepedulian tinggi dalam hal pengembangan olahraga pacuan kuda termasuk pembinaan atlet.

"Banyak hal positif yang dapat dipetik dengan peternakan kuda pacuan ini. Terutama dari segi ekonomi dan prestasi. Harga kuda pacuan akan jauh lebih mahal yang bisa menguntungkan peternak," katanya usai membukan kejuaraaan balap kuda Minang Derby 2012 di Pacuan Kuda Pulomas Jakarta.

Menurut dia, dengan banyaknya peternak kuda pacuan, maka pembinaan atlet akan lebih mudah karena media untuk latihan maupun berlomba yang dalam hal ini kuda pacuan relatih banyak dan harganya lebih terjangkau dibandingkan dengan kuda impor.

Selama ini, kata dia, sentra peternakan kuda pacuan banyak di Sulawesi Utara (Sulut). Dengan pengembangan di Sumbar maka daerah lain yang berdekatan bisa memanfaatkan kuda pacuan hasil petenakan itu.

"Dengan banyak peternak maka banyak pula kuda yang dilahirkan. Calon atletpun tidak akan kesulitan untuk berlatih dan berprestasi," katanya menambahkan.

Ketua Pengprov Pordasi Sumbar Fauzan Haviz mengatakan, guna mendukung pengembangan pertenakan kuda pacuan, pihaknya telah mendatangkan kuda pejantan dan Australia. Dengan didatangkan pejantan kualitas tinggi diharapkan mendapatkan keturunan yang berkualitas.

"Kita lakukan perkawinan silang. Kuda betinanya lokal. Hasil silangan ini selain memenuhi standar juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Apalagi jika sudah menang diperlombaan harga kuda akan melambung," katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Minang Derby 2012, Amran Nur mengatakan, dilaksanakannya kejuaraan di Jakarta ini salah satunya untuk menarik minat warga Minang yang berada di ibukota untuk mengembangkan olahraga berkuda maupun membangun petenakan kuda.

"Balap kuda merupakan budaya masyarakat Minang. Dengan digelarnya kejuaraan ini kami berharap masyarakat Minang akan rindu kampung halaman," kata Wali Kota Sawahlunto itu.

Ia menjelaskan, Minang Derby 2012 ini diikuti 120 kuda yang bertanding dalam 15 race. Adapun piala yang diperebutkan meliputi Piala Wali Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam, KONI Provinsi Sumbar dan piala bergengsi dari Gubernur Sumatra Barat.

"Kejuaraan ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Joki-joki handal maupun kuda terbaik turun pada kejuaraan dengan total hadiah kurang lebih Rp450 juta ini," katanya menambahkan.

Dari 15 race yang dilombakan salah satunya kelas 2 tahun pemula C/D 800 meter. Pada kelas ini kuda Master M War dari Sulawesi Utara dengan joki S Deni mampu menjadi yang tercepat. Sedangkan kelas 2 tahun pemula A/B 1000 meter dimenangkan oleh kuda Maharani dari Jawa Tengah dengan joki M Soleran. (T.B016/S023)

Editor: Awi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar