Berita Terkait
Musirawas, Sumsel (Antara Bengkulu) - Jalan lintas Sumatera di Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, ditutup massa sehingga para pengguna jalan tertumpuk di Kota Lubuklinggau atau berjarak sekitar 60 Km dari kecamatan tersebut.

"Kami mendapat informasi dari teman-teman sopir tujuan Padang terpaksa berbalik arah karena jalan lintas Sumatera di Desa Karang Anyar itu dipenuhi kayu-kayu dan ban bekas yang dibakar massa," kata salah seorang sopir truk asal Riau, Abdul Taher di Lubuklinggau, Selasa.

Menurut informasi itu, kata dia, seluruh kendaraan bus, truk, dan mobil pribadi dari baik dari Jawa dan kota lainnya di Sumatera menuju Sumatera Barat dan Jambi terpaksa berbalik arah karena situasi di wilayah itu masih mencekam akibat amukan massa yang membakar dua kantor Polisi Sektor (Polsek).

"Dengan informasi itu kami menginap di Kota Lubuklinggau untuk menghindari musibah dalam perjalanan. Bila penutupan jalan itu masih berlangsung lama mungkin kami menuju Padang dan Riau lewat Kota Palembang-Jambi," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan seorang sopir travel jurusan Bengkulu-Padang, Ucok Riswan bahwa dia terjebak di Kecamatan Singkut, Kabupaten Sarolangun (Jambi) atau perbatasan Kabupaten Musirawas-Jambi sebab para pengguna jalan tidak berani meneruskan pejalanan menuju Kota Lubuklinggau.

Informasi dari warga setempat jalan lintas Sumatera hingga saat ini masih dipenuhi sampah kayu dan ban bekas yang dibakar massa.

Sejak terjadi musibah Selasa sore tadi hingga malam ini belum ada kendaraan lewat di jalan lintas tersebut, kalaupun ada hanya kendaraan warga setempat yang melakukan patroli.

Kapolres Musirawas AKBP Barli Ramdani belum berhasil dikonfirmasi mengenai peristiwa tersebut, namun Kasad Reskrim Polres Musirawas AKP Erlangga ketika dihubungi mengatakan, anggota bersama rombongan Kapolres sedang menuju lokasi kejadian. (Antara)

Editor: Helti Marini S
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar