Potensi ekowisata Bengkulu dipromosikan di Berlin

Ilustrasi (Antara Bengkulu/Awi)

.....Kami memilih habitat flora dan fauna langka dunia yang masih dapat ditemui di hutan tropis Sumatra, yakni habitat gajah dan bunga rafflesia.....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (ASITA) Provinsi Bengkulu memilih potensi ekowisata di antaranya pusat pelatihan gajah (PLG) Seblat,  gajah sumatra (elephas maximus) dan flora rafflesia arnoldii pada acara promosi wisata ITB Berlin, Jerman.

"Kami memilih habitat flora dan fauna langka dunia yang masih dapat ditemui di hutan tropis Sumatra, yakni habitat gajah dan bunga rafflesia," kata Ketua ASITA Provinsi Bengkulu Kurnia Lesandri Adnan di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan, keberangkatan ASITA Bengkulu pada promosi wisata internasional itu merupakan kesempatan langka untuk memperkenalkan potensi wisata daerah ini ke masyarakat dunia, terutama Eropa.

Menurutnya, keunikan flora Raflesia arnoldii yang dapat ditemui tumbuh alami di hutan Bengkulu sangat potensial menarik wisatawan mancanegara ke daerah ini.   

"Tapi perlu pemetaan pola perjalanan wisata yang disesuaikan dengan masa mekarnya bunga langka itu, sehingga tidak mengecewakan wisatawan," katanya.

Apalagi, ada kelompok masyarakat yang mengelola satu kawasan habitat raflesia di Hutan Lindung Bukit Daun Kabupaten Kepahiang, dapat diberdayakan untuk mengembangkan ekowisata tersebut.

Menurutnya, bunga rafflesia atau nama lokal disebut sekedei, memang dapat ditemui di tempat lain, tapi hanya Provinsi Bengkulu yang menyebut sebagai Bumi Raflesia.

Potensi ekowisata lain yang bisa dikemas dan dijual kepada dunia pariwisata yakni wisata alam di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang saat ini belum tersentuh.

"Habitat gajah di PLG Seblat Bengkulu Utara yang berada di zona penyangga TNKS sangat potensial untuk menggaet turis mancanegara," katanya.

Promosi wisata yang diikuti 56 peserta atau eksibitor dari Indonesia dan berlangsung pada 8 hingga 11 Maret 2011.

Selain kekayaan flora dan fauna, ASITA Bengkulu juga akan mengemas paket sejarah peninggalan kolonial Inggris atau "British Heritage" yang ada di Bengkulu.

"Tentu akan spesifik kepada warga Inggris karena kita memiliki ikatan yang cukup kuat dan buktinya masih dapat dilihat seperti Benteng Marlborough dan pemakaman Inggris," katanya.(KR-RNI)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar