Bunga bangkai pikat pengguna jalan lintas

Pengguna jalan lintas Kota Bengkulu-Kepahaing menyempatkan diri melihat keunikan bunga bangkai (Amorphopallus titanum), Kamis (23/2). Bunga langka itu mekar di lokasi penangkaran milik Holidin, warga Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang. (FOTO ANTARA Bengkulu/Helti)

....Pengunjung yang menyaksikan bunga sebagian besar warga yang melintas di jalan raya, karena kebetulan lokasi bunga hanya berjarak 70 meter dari jalan raya.....
Berita Terkait
Kepahiang, Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Bunga bangkai (Amorphopallus titanum) yang mekar di lokasi penangkaran warga Desa Tebat Monok Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu, berhasil memikat pengguna jalan lintas Kota Bengkulu-Kepahiang.

"Pengunjung yang menyaksikan bunga sebagian besar warga yang melintas di jalan raya, karena kebetulan lokasi bunga hanya berjarak 70 meter dari jalan raya," kata Holidin, pemilik lokasi penangkaran bunga bangkai tersebut, Kamis.

Ia mengatakan papan pengumuman tentang mekarnya bunga bangkai atau disebut juga bunga kibut tersebut memang mampu menyita perhatian para pengguna jalan.

Sejak dibuka pada Rabu (22/2), lokasi bunga tersebut dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan keunikan bunga tertinggi di dunia itu.

Holidin, pemilik lokasi penangkaran yang berada di lereng Hutan Lindung Bukit Daun itu mengatakan, setelah mekar sempurna, bunga sudah kembali menguncup tapi masih dapat dinikmati pengunjung.

"Kami menyediakan kotak sumbangan bagi pengunjung, untuk biaya perawatan lokasi penangkaran ini," tambahnya.

Salah seorang pengunjung yang juga staf pengajar Jurusan Biologi di Universitas Muhammadiyah Bengkulu Pariyanto mengatakan tinggi bunga raksasa itu mencapai 200 meter. Warna kelopak bunga yakni perpaduan merah dan ungu membuat bunga bangkai jenis titanum memiliki kelebihan dibanding jenis lainnya.

Holidin mengatakan sudah menanam lebih 400 batang bunga bangkai di lokasi penangkaran seluas 3 hektare tersebut.

Sejak ditanam pada 2003, sebanyak 25 bunga bangkai sudah berhasil mekar di lokasi penangkaran milik keluarga itu.

Tidak hanya jenis titanum, terdapat tiga jenis bunga bangkai yang dibudidayakan di lokasi itu yakni jenis gigas, variabilis dan phaeonifolius.

Salah seorang pengunjung Eka Zahra mengatakan baru pertama kali melihat langsung bunga bangkai mekar.

"Ternyata memang bau, seperti bau ikan busuk, tapi cantik dan sangat tinggi," katanya. (T.KR-RNI)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar