Pembangunan pasar panorama butuh Rp8,5 miliar
Kamis, 23 Februari 2012 19:41 WIB
Pasar Panorama Bengkulu (ANTARA Bengkulu/Usmin)
.....Pembangunan tahap dua akan dilaksanakan bulan depan, dengan alokasi dana Rp8,5 miliar dari APBN....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Kementerian Perdagangan akan melanjutkan pembangunan pasar percontohan tradisional Pasar Panorama Kota Bengkulu dengan dana Rp8,5 miliar.
"Pembangunan tahap dua akan dilaksanakan bulan depan, dengan alokasi dana Rp8,5 miliar dari APBN," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Syafwan Ibrahim di Bengkulu, Kamis.
Ia mengatakan, pembangunan pasar tahap kedua tersebut dikhususkan bagi pedagang pakaian, peralatan rumah tangga dan barang dagangan lainnya.
Sementara pembangunan tahap pertama sudah menuntaskan bangunan untuk 1.000 pedagang barang basah, seperti pedagang sayur, ikan, daging dan lainnya.
"Lebih dari 1.000 pedagang akan kembali menempati lokasi berjualan karena revitalitasi tahap pertama serta pengundian tempat berjualan sudah selesai," katanya.
Ia mengatakan, para pedagang tersebut terbagi sebanyak 500 pedagang kaki lima (PKL), sebanyak 405 pedagang yang berjualan di los, dan 92 pedagang pemilik kios.
Pengundian tempat berjualan, menurutnya, sudah selesai, tinggal menyisakan 20 lokasi berjualan di los.
"Setelah pengundian selesai maka pedagang akan memasuki tempat berjualan, tapi setelah acara peresmian oleh pemerintah kota," tambahnya.
Proses penempatan lokasi berjualan untuk pedagang barang kering juga akan sama yaitu menggunakan sistem pengundian.
Sebelumnya, Disperindag melalui UPTD Pasar akan melakukan pendataan pedagang pemilik kios sehingga lebih mudah untuk merelokasi mereka.
Sementara pembangunan tahap ketiga adalah fasilitas pendukung pasar seperti tempat penitipan anak, mushola, taman bacaan, pengaturan lokasi parkir dan lainnya.
"Karena pasar ini juga dirancang dari segi kesiapsiagaan bencana serta pengelolaan sampahnya," tambahnya.
Ketua Forum Pedagang Raflesia Pasar Panorama Wadis Djaelani mengatakan lebih dari 2.000 pedagang menggantungkan mata pencaharian mereka di pasar tersebut.
"Kami berharap revitalisasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang. Apalagi lokasi berjualan untuk tahap pertama, khususnya bagi PKL dan pedagang los sudah bisa ditempati," katanya.
Jaelani mengharapkan tempat tersebut segera dioperasikan dan tidak perlu menunggu terlalu lama untuk peresmiannya. (KR-RNI)
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2012