Mukomuko  (ANTARA Bengkulu) - Petani kebun sawit di Desa Dusun Baru V Koto, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengharapkan pemerintah membangun jalan usaha tani di desa itu sepanjang tiga kilometer yang tidak bisa dilewati kendaraan.

"Petani saat ini membutuhkan jalan usaha tani yang sebelumnya pernah dibangun menggunakan dana program nasional pemberdayaan masyarakat (PNPM) perlu dikembangkan agar bisa dilewati oleh mobil dan motor," kata Kepala Desa Dusun Baru V Koto Jahwani di Mukomuko, Kamis.

Ditemui saat menghadiri seminar produk unggulan tanaman "Tortila", ia menyebutkan, saat ini petani kebun yang ingin membawa hasil panen mereka keluar terpaksa menggunakan angkutan dengan kapasitas terbatas.

"Mobil tidak bisa masuk karena jalan mudah ambrol apalagi kendaraan membawa muatan jadi petani terpaksa menggunakan angkutan dengan kapasitas terbatas agar hasil panen sawit mereka tetap bisa dijual," katanya.

Ia menilai, jalan desa itu tidak cukup hanya satu atau dua kali dibangun tetapi butuh pembangunan jalan permanen agar kondisi tanah tidak turun dan mampu menahan beban berat.

"Kami telah sampaikan usulan kepada pemerintah setempat soal kondisi jalan untuk dipertimbangkan masuk dalam anggaran perubahan," kata dia.

Karena menurut dia, saat ini belum ada kegiatan pembangunan jalan desa ini pada 2012 yang bersumber dari dana alokasi khusus dalam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat.

Untuk itu, lanjutnya, petani setempat melalui pemerintah desa akan kembali mengusulkan agar jalan yang digunakan oleh masyarakat mengambil hasil panen kebun bisa lebih lancar. (KR-FTO)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © 2012

Komentar Pembaca
Kirim Komentar