Berkebun sayuran di pekarangan rumah

Ilustrasi Kebun Sayur Bengkulu (Antara Bengkulu)

.....Selain tanaman sayuran, juga direncanakan bantuan bibit tanaman labu kuning yang tepungnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan makanan ringan seperti puding, mie dan aneka makanan lainnya.....
Berita Terkait
Musi Rawas (ANTARA Bengkulu) - Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan, sedangh menggulirkan program berkebun sayuran di pekarangan rumah untuk pemenuhan kebutuhan keluarga.

"Untuk tahap awal, sudah kita kita laksanakan pada dua desa sebagai percontohannya yakni di Dusun Suka Hati, Kelurahan Sumber Harta dan Desa Air Lesing, Kecamatan Muara Beliti," kata Kepala Bidang Konsumsi dan Ketahanan Pangan pada Badan Ketahanan Pangan Musi Rawas, Achmad Herman, Selasa.

Program kebun sayuran dengan memanfaatkan pekarangan rumah tersebut kata dia, digulirkan setelah melihat potensi yang ada di daerah itu sedangkan pemenuhan kebutuhan sayuran masing-masing keluarga didatangkan dari luar daerah.

Kebun sayuran pada dua desa ini, pengelolaannya oleh kelompok dasa wisma di bawah naungan ibu-ibu PKK tingkat desa, sedangkan pihaknya selaku pemberi bantuan sarana dan prasarana seperti bantuan bibit aneka sayuran, motivasi maupun bimbingan teknis pelaksanaan program.

Untuk lokasi di Dusun Suka Hati, Kelurahan Sumber Harta saat ini jumlah warga yang mulai memanfaatkan lahan pekarangannya sebagai kebun sayuran tambah dia, sudah ada lebih dari 50 rumah.

Sedangkan di Desa Air Lesing masih dalam tahap sosialisasi kegiatan dan direncanakan baru dilaksanakan pada April mendatang.

Aneka jenis sayuran yang dikembangkan warga ini terdiri dari jenis sayuran kangkung, kacang panjang, bayam, terong, cabai, gambas, tomat rampai dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah maupun menggunakan "polybag" atau karung bagi warga yang tidak memiliki lahan pekarangan rumah.

Selain tanaman sayuran, juga direncanakan penambahan bibit tanaman labu kuning yang tepungnya dapat dimanfaatkan untuk pembuatan makanan ringan seperti puding, mie dan aneka makanan lainnya, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan terigu maupun beras.

Untuk itu dia berharap dukungan semua pihak, sehingga program penguatan pangan masyarakat ini dapat berjalan guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan memberikan tambahan ekonomi keluarga. (T.KR-NMD/A013) 

Editor: Helti Marini S
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar