Meriam raksasa di Bengkulu selatan dijadikan monumen

Meriam honisuit peninggalan Jepang tahun 1942 di Manna dijadikan monumen (foto antara/awi)

Sekarang meriam raksasa itu dipasang di atas tugu pada bundaran di depan kantor bupati Bengkulu Selatan
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Sebuah meriam raksasa peninggalan kolonial Jepang di Kabupaten Bengkulu Selatan akan dijadikan monumen.

"Sekarang meriam raksasa itu dipasang di atas tugu pada bundaran di depan kantor bupati Bengkulu Selatan dan mengarahkan moncongnya ke laut samudra,"  kata Humas Pemda Kabupaten Bengkulu Selatan Lisman Hawardi.

Ia menjelaskan, meriam Honisuit itu buatan Inggris dan dibawa Jepang dari wilayah Sumsel menuju Manna lewat Pagar Alam pada tahun 1942 untuk mempertahankan Kota Manna dari ancaman musuh .

Meriam honisuit itu berkaliber 19,01 centimeter, berat 2,2 ton dengan nama laras B.L.O. In-Vire. Sekarang kondisinya masih utuh. Pembuatan monumen itu disepakati Dinas Purbakala Jambi dan Pemda Bengkulu Selatan.

Awalnya meriam raksasa itu berada di belakang kantor DPRD Bengkulu Selatan. Sejak beberapa tahun lalu, yaitu era Komandan Korem 041 Garuda Emas Bengkulu Kol Inf Sutan Lubis bersama Kodim 0408 Bengkulu Selatan memanfaatkan meriam untuk monumen.

Seorang tokoh masyarakat Bengkulu, Hamdi mengatakan, keberadaan meriam itu selama ini nyaris menjadi besi bekas dan sudah dipenuhi karat. Namun kepedulian Korem Bengkulu dan Kodim Bengkulu Selatan akhirnya menjadi benda bersejarah bagi daerah itu.

"Meriam itu sempat akan dijadikan besi bekas oleh pemulung, namun karena sangat keras dan cukup berat akhirnya dibiarkan berkarat di belakang kantor DPRD Bengkulu Selatan, "ujarnya. (zul)

Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar