Kemendag bangun sembilan pasar tradisional di Bengkulu

ilustrasi (foto Antarabengkulu.com/triono subagyo)

.....Kalau yang dikembangkan pasar tradisional, akan menampung ribuan pedagang, artinya menghidupi ribuan jiwa dengan perputaran ekonomi riil.....
Berita Terkait
Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Kementerian Perdagangan pada 2012 membangun sembilan pasar tradisional di sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu.

"Sebenarnya 10 pasar yang dibangun Kementerian Perdagangan, tetapi satu pasar di Kabupaten Bengkulu Utara sudah selesai pada 2011, tahun ini ditambah sembilan pasar," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Bengkulu Ali Musramin di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan, pembangunan pasar tradisional di sembilan kabupaten dan kota yakni Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Mukomuko, Lebong, Rejang Lebong, Kaur, Seluma dan Kepahiang.

Khusus pasar tradisional Panorama di Kota Bengkulu, kata dia, merupakan proyek percontohan untuk pembangunan pasar yang dilengkapi fasilitas publik seperti penitipan anak, ruang baca, dan sarana perbankan.

"Panorama adalah salah satu pasar percontohan yang juga dilengkapi jalur evakuasi bencana," katanya.

Pembangunan pasar tradisional Panorama Lingkar Timur saat ini sudah memasuki tahap kedua. Tahap pertama sudah membangun tempat berjualan yang mampu menampung hampir 1.000 pedagang terutama penjual barang dagangan basah seperti sayur, ikan dan daging.

"Sedangkan pembangunan tahap kedua yang juga diperkirakan menampung lebih dari 1.000 pedagang, untuk  barang dagangan kering seperi pakaian, perabot rumah tangga dan barang kebutuhan lainnya," katanya.

Ia mengatakan, pengembangan pasar tradisional bertujuan menghidupkan dan menopang ekonomi kerakyatan.

Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, saat ini membatasi pembangunan mal dan swalayan yang kurang menguntungkan pedagang kecil.

"Kalau yang dikembangkan pasar tradisional, akan menampung ribuan pedagang, artinya menghidupi ribuan jiwa dengan perputaran ekonomi riil," ujarnya. (rni)

Editor: Awi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar