Sabtu, 19 Agustus 2017

Gubernur Bengkulu Sidak Pelayanan RSUD M Yunus

id RSUD M Yunus, Gubernur Bengkulu
Gubernur Bengkulu Sidak Pelayanan RSUD M Yunus
Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti menggelar inspeksi mendadak ke rumah sakit umum daerah M Yunus Kota Bengkulu, Senin (17/4). (Foto Antarabengkulu.com/David Muharmansyah)
Bengkulu (Antara) - Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti menggelar inspeksi mendadak ke rumah sakit umum daerah M Yunus Kota Bengkulu pasca-peristiwa menyayat hati yang dialami Aspin Ekwandi yang membawa jenazah anaknya dalam kantong plastik karena tidak mampu menyewa ambulans rumah sakit itu.

"Harus ada perubahan mendasar bidang pelayanan agar kejadian serupa tidak terulang," kata gubernur saat meninjau sejumlah ruang pelayanan di RSUD M Yunus, Senin.

Kehadiran gubernur mendapat perhatian dari perawat dan keluarga pasien yang menyaksikan inspeksi gubernur ke ruang informasi dan ruang perawatan anak serta ruang pelayanan mobil ambulans.

Saat mendatangi ruang informasi, gubernur menanyai para petugas terkait kesulitan yang dialami Aspin.

"Bila saya berada pada posisi Pak Aspin, saya tidak punya uang untuk menyewa ambulans kemana saya harus mencari alternatif,?" tanya gubernur.

Pertanyaan ini tidak mendapat jawaban dari petugas bidang informasi sehingga gubernur yang didampingi Direktur RSUD M Yunus, Zulkifli Maulub meminta ada perbaikan layanan.

Setelah mengunjungi ruang informasi, gubernur didampingi para pejabat RSUD M Yunus itu mendatangi ruang perawatan anak, tempat Puti Putri, anak dari Aspin Ekwandi empat dirawat sebelum akhirnya meninggal dunia.

Gubernur menanyakan proses penanganan dan prosedur dari pihak rumah sakit bila pasien meninggal dunia.

Setelah dari ruang perawatan anak, gubernur melanjutkan sidak ke ruang pelayanan mobil ambulans.

Diketahui, Aspin sempat menanyakan sewa ambulans untuk membawa jenazah putrinya ke Desa Sinar Bulan, Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur, berkisar 200 kilometer dari Kota Bengkulu.

Sewa ambulans yang mencapai Rp3,2 juta membuat Aspin menyerah karena tidak memiliki cukup duit. Suami Sri Sulasmi itu pun memasukkan jenazah anaknya ke dalam tas pakaian berbahan plastik lalu dibawa ke Kaur menggunakan angkutan umum.

"Ini momentum memperbaiki pelayanan dan prosedur yang terukur dan harus mengakomodir masyarakat kurang mampu," kata Gubernur.

Kejadian yang dialami Aspin mendapat perhatian dari masyarakat luas yang mendesak pemerintah daerah memperbaiki pelayanan di RSUD milik Pemprov Bengkulu itu.***4***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga