Kamis, 17 Agustus 2017

Warga Enggano Dilatih Membuat Olahan Pisang

id Warga Enggano
Warga Enggano Dilatih Membuat Olahan Pisang
Sejumlah warga Pulau Enggano sedang mengikuti proses pelatihan membuat makanan olahan berbahan pisang. (media center/17)
Bengkulu (Antara) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, melatih belasan warga transmigrasi Desa Malakoni, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, membuat berbagai produk olahan dari pisang yang menjadi komoditas unggulan petani di pulau terluar itu.

"Pelatihan ini untuk meningkatkan kapasitas warga mengolah hasil bumi, terutama pisang yang menjadi salah satu hasil pertanian andalan Pulau Enggano," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Bengkulu, Sudoto di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan sejumlah warga transmigran dari pulau terluar itu dibawa ke Balai Pelatihan Transmigrasi Provinsi Bengkulu di Kota Bengkulu, untuk dilatih membuat berbagai makanan olahan dari bahan dasar pisang.

Selama ini kata Sudoto, buah pisang yang diproduksi petani di Pulau Enggano kerap busuk tak dijual karena alat transportasi menuju dan keluar pulau berupa kapal perintis dan kapal feri sangat bergantung pada kondisi cuaca.

"Bila cuaca buruk dan kapal tidak bisa berlayar maka ribuan tandan pisang yang diproduksi petani di Enggano akan busuk dan bisa dibawa ke Bengkulu," katanya.

Atas kondisi ini, pemerintah daerah melatih sejumlah warga untuk membuat produk olahan berbahan utama pisang.

Produk olahan tersebut antara lain berupa keripik dan dodol dari bahan pisang kepok.

Selain mengatasi permasalahan pemasaran pisang yang terkendala karena cuaca buruk, peningkatan kapasitas kelompok masyarakat ini juga untuk menambah nilai jual dan pendapatan keluarga.

"Kalau sudah dalam bentuk olahan, produk bisa bertahan lebih lama dan harganya juga lebih tinggi," kata Sudoto.

Beragam produk olahan pisang itu juga diharapkan menjadi produk unggulan untuk mendukung kegiatan pariwisata di pulau berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu itu.

Peserta pelatihan, transmigran asal Jawa Barat Mustary mengatakan pelatihan ini menjadi solusi untuk mengatasi produk pisang yang melimpah dan membusuk akibat tak diangkut dari Pulau Enggano.

"Kami berharap pemerintah juga membantu permodalan dan pemasaran untuk menjual produk olahan kami," katanya.

Pulau Enggano yang berada di tengah Samudera Hindia merupakan pulau terluar yang dihuni lebih 3.000 jiwa penduduk yang bermukim di enam desa.

Pulau tersebut dapat diakses menggunakan transportasi laut dan udara namun, pelayaran dan penerbangan bergantung pada kondisi cuaca.


Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga