Minggu, 25 Juni 2017

28 Insinyur Kawal Proyek Strategis Nasional Bengkulu

id Gubernur Bengkulu
28 Insinyur Kawal Proyek Strategis Nasional Bengkulu
Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. (Foto Media Center Pemprov)
Bengkulu (Antara) - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti akan mengumpulkan sebanyak 28 orang insinyur, khusus untuk mengawal proses teknis sebanyak 28 proyek strategis nasional di wilayah Provinsi Bengkulu.

"Saya perlu 28 insinyur untuk mengawal proyek ini dan mereka yang akan menjelaskan secara totalitas dan kendala lapangan kepada pihak kementerian," kata Gubernur Ridwan saat memimpin rapat koordinasi dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Bengkulu, Senin.

Menurut Gubernur, keterlibatan tenaga ahli, yakni insinyur dalam masing-masing pekerjaan sangat penting sehingga setiap proyek dikerjakan dengan detil.

Keberadaan para tenaga ahli untuk memastikan setiap proyek dikerjakan dengan tepat dan masing-masing melalui tahapan yang benar dan sesuai aturan.

"Urusan administrasi, perizinan dan dasar hukum lainnya bisa fokus dilakukan masing-masing organisasi perangkat daerah," ucapnya.

Gubernur juga mengingatkan proses penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bengkulu agar disinkronkan dengan proyek strategis nasional di Bengkulu.

Revisi dokumen RTRW, tambah gubernur, harus tuntas sebelum kunjungan kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Bengkulu, dalam waktu dekat.

"Dokumen RTRW ini termasuk perangkat pendukung yakni bagian dari dasar hukum, kelengkapan administrasi, studi lapangan hingga penganggaran," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu dalam rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pekan lalu, menelurkan 28 proyek strategis nasional yang akan dibangun di Bengkulu.

Proyek strategis nasional itu antara lain pengembangan Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu dan kawasan industri, pembangunan rel kereta api dari Kota Kota Padang, Kabupaten Rejanglebong menuju Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Berikutnya pembangunan galangan kapal di Pelabuhan Pulau Baai, pembangunan dan pengembangan terminal baru Bandara Fatmawati dan kargo internasional.

Pembangunan jaringan transmisi, distribusi dan gardu induk menuju Lubuklinggau-Curup-Kepahiang-Bengkulu Tengah-Kota Bengkulu, pembangunan pembangkit listrik tenaga uap batu bara berkapasitas 2 x 100 MW di Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Selanjutnya pembangunan akses jalan baru di Sungai Lisai, Kabupaten Lebong, pembangunan akses jalan baru dari Lebong menuju Sumatera Selatan, pembangunan "feeder road" dari Kota Bengkulu-Bengkulu Tengah-Kepahiang-Rejanglebong-Lubuk Linggau.

Pembangunan sejumlah proyek stragis itu diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di daerah yang berada di pantai barat Sumatera ini dengan angka kemiskinan mencapai 17 persen dari jumlah penduduk.***3***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga