Minggu, 25 Juni 2017

Banjir Bandang Diduga Dampak Pembalakan Liar

id Banjir Bandang, Padang Ulak Tanding
Banjir Bandang Diduga Dampak Pembalakan Liar
Anggota TNI Koramil Padang Ulak Tanding turun kelokasi banjir bandang di Desa Belumai I dan Belumai II yang menyebabkan jebolnya beberapa unit kolam air deras serta menghanyutkan gudang pakan ikan dan pondok warga. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhammad)
Rejang Lebong (Antara) - LSM Pengawasan Masyarakat (Pekat) Bengkulu menduga banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Rejang Lebong beberapa hari lalu merupakan dampak pembalakan liar di daerah itu.

Sekretaris LSM Pekat Ishak Burmansyah di Rejang Lebong, Minggu, menyoroti maraknya kasus pembalakan liar di hulu Sungai Belumai wilayah Kecamatan Padang Ulak Tanding di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dalam Kecamatan Sindang Kelingi.

"Hulu Sungai Belumai ini berada di dalam TNKS, yakni di Bukit Hitam yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sindang Kelingi. Aksi pembalakan liar maupun perambahan hutan untuk perkebunan kopi diduga menjadi penyebab banjir bandang beberapa hari lalu," katanya.

Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (16/6) lalu, kata dia, dirasakan warga di Desa Belumai l dan Belumai ll, Kecamatan Padang Ulak Tanding.

Kendati demikian banjir bandang tersebut tidak memakan korban jiwa namun menyebabkan kerugian materi mencapai miliaran rupiah.

Banjir mengakibatkan jebolnya puluhan unit kolam warga yang berisikan ikan siap panen dengan jumlah mencapai puluhan ton serta menghanyutkan gudang pakan ikan maupun pondok warga.

Selain itu banjir bandang ini juga menenggelamkan sawah serta merusak tanaman padi. Banjir ini juga merusak jembatan gantung di wilayah itu.

Untuk itu dia mengharapkan pihak TNKS wilayah VI yang membawahi Rejang Lebong dan sekitarnya melakukan pengawasan ke lapangan. Maraknya aksi pembalakan liar dan perambahan di TNKS wilayah itu sudah memprihatinkan.

"Dari kawasan itu setiap hari ada mobil pengangkut kayu yang dengan bebas membawa hasil hutan menuju panglong kayu. Ini kalau dibiarkan akan semakin memperparah kondisi TNKS. Selain itu di sana juga banyak warga yang membuka kebun," ujarnya.

Sebelumnya, Jumat (16/6), banjir bandang melanda Desa Belumai l dan Belumai ll, Kecamatan Padang Ulak Tanding. Material bebatuan dan kayu sisa penebangan hutan terbawa banjir di Sungai Belumai yang kemudian merusak kolam air deras dan menghanyutkan tiga rumah yang jadi gudang pakan ikan dan pondok kolam.

Akibat kejadian ini hampir 100 ton ikan nila dan ikan mas warga terbawa banjir. Total kerugian akibat banjir ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. ***4***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga