Sabtu, 23 September 2017

Rejang Lebong Meningkatkan Jalan Wisata Bukit Kaba

id Kaba, bukit
Rejang Lebong Meningkatkan Jalan Wisata Bukit Kaba
Bukit Kaba. (Foto Antarabengkulu.com/Nur Muhammad)
Rejang Lebong (Antarabengkulu) - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, pada tahun ini akan meningkatkan jalan wisata menuju Gunung Api Bukit Kaba yang terletak di Kecamatan Selupu Rejang.
Menurut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Rejang Lebong, Suhadi di Rejang Lebong, Jumat, anggaran yang telah disiapkan untuk peningkatakan wisata Bukit Kaba dalam APBD daerah itu sebesar Rp1,5 miliar.
"Peningkatan jalan wisata Bukit Kaba ini akan dilaksanakan mulai pertengahan September ini, program peningkatan jalan wisata tersebut sudah ditenderkan dan sudah ada pemenangnya," kata Suhadi.
Peningkatan jalan wisata ini tambah dia, merupakan pekerjaan lanjutan setelah pada APBD perubahan 2016 lalu dilakukan perbaikan dan peningkatan jalan menuju ke lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba yang berada di Desa Sumber Urip itu sepanjang 3 km mulai dari simpang Desa Karang Jaya hingga ke gerbang Bukit Kaba di Desa Sumber Urip.
Diharapkan dengan adanya pekerjaan peningkatan jalan wisata ini nantinya dapat memudahkan pengunjung yang akan naik ke puncak gunung api aktif itu, apalagi saat musim liburan selalu ramai dikunjungi wisatawan.
Sementara itu pihaknya pada tahun ini selain akan meningkatkan jalan wisata Bukit Kaba kata Suhadi juga akan membangun jalan wisata menuju objek wisata Batu Betiang di Kecamatan Bermani Ulu Raya yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp1,553 miliar.
"Untuk jalan wisata menuju objek wisata Batu Betiang panjang jalan yang akan dibangun sepanjang 2,2 KM dengan lebar jalan lima meter," ujarnya.
Pembukaan jalan baru ini rencananya akan dilakukan oleh CV Putra Jaya Abadi, dimana jalan yang dibangun ini masih berada di luar kawasan TNKS. Untuk pembangunan jalan di dalam kawasan TNKS belum bisa dilaksanakan karena harus mendapat izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terlebih dahulu.

Editor: Riski Maruto

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga