Sabtu, 23 September 2017

Harga Sawit Di Mukomuko Naik Lagi

id Sawit
Harga Sawit Di Mukomuko Naik Lagi
Truk sawit di desa Air Hitam Kabupaten Mukomuko. (Foto Antarabengkulu.com/Mus ANT)
Mukomuko (Antara) - Harga tandan buah segar kelapa sawit yang diterima sejumlah pabrik di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, saat ini kembali mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

"Harga tandan buah segar kelapa sawit naik rata-rata sebesar Rp30 per kilogram di hampir mayoritas pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit atau CPO di daerah ini," kata Kasi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan (DP3K) Kabupaten Mukomuko Sudiyanto di Mukomuko, Rabu.

Ia mengatakan harga sawit di sejumlah pabrik di daerah itu sejak tiga pekan ini tercatat sebanyak tiga kali mengalami kenaikan.

Pada saat ini, katanya, mayoritas pabrik CPO membeli sawit petani dengan harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga sebelumnya.

Ia menyebutkan saat ini pabrik PT SSJA membeli sawit petani dengan harga sebesar Rp1.380 per kg, atau mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya Rp1.330 per kg, PT KSM membeli sawit petani sebesar sebesar Rp1.400 per kg, naik dibandingkan sebelumnya sebesar Rp1.370 per kg.

Kemudian, lanjutnya, pabrik PT MMIL membeli sawit petani setempat sebesar Rp1.400 per kg, PT KAS membeli sawit petani sebesar Rp1.400 per kg, pabrik PT DDP Kecamatan Ipuh dan PT DDP Desa Lubuk Bento membeli sawit petani sebesar Rp1.400 per kg.

Lalu pabrik PT AMK membeli sawit petani sebesar Rp1.410 per kg, PT BMK membeli sawit petani dengan harga lebih tinggi dibandingkan pabrik lain, yakni sebesar Rp1.440 per kg.

Sementara ini, kata dia, instansinya belum menerima data harga terendah dan tertinggi sawit di tingkat pabrik dari tim penetapan harga TBS kelapa sawit pemerintah provinsi setempat.

"Kami masih menunggu tim menetapkan harga sawit. Harga penetapan itu sebagai pedoman pabrik dalam menetapkan harga sawit di daerah ini," ujarnya.

Ia berharap harga sawit di sejumlah pabrik CPO di daerah itu kembali naik sebesar Rp1.500 per kg agar ekonomi petani setempat meningkat. ***3***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga