Bengkulu (ANTARA Bengkulu) - Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengembangkan tanaman jeruk Gerga di lahan masyarakat karena pangsa pasar buah ini cukup tinggi.

Permintaan akan jeruk gerga itu cukup tinggi baik dari pedagang, pasar moderen bahkan super market di Jakarta karena rasanya sangat manis, kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong Rudi Pancawarman dihubungi, Selasa. Ia mengatakan, untuk memenuhi permintaan rata-rata di atas 100 ton perbulan masih sulit karena stok pada tingkat petani masih terbatas.

Dengan demikian pihaknya tengah memproduksi bibit secara besar-besaran baik melalui stek tradisonal maupun melalui jaringan kultur. Saat ini 15 batang bibit jeruk gerga Lebong tengah diteliti pada Balai Penelitian jeruk dan buah tropika Malang, Jatim.

Untuk pembuatan bibit lokal itu, pihaknya bersama pengelola dan penangkar bibit setempat, masih menggunakan pohon induk petani di Kecamatan Rimbo Pengadang sebagai sentra pertama jewruk gerga tersebut. "Kita juga tengah membangun rumah kaca untuk peneliti jaringan kultur, maka ke 15 batang jeruk gerga di Malang itu akan dibawa pulang ke Lebong," ujarnya.

Kepala Balai Pengawas dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Suprianto, mengatakan, bibit jeruk gerga Lebong itu sekarang masih di proses di Balai penelitian jeruk dan buah di malang.

Selama ini pengembangan bibit jeruk gerga itu terkendala pohon induk karena petani pembuat kebun gerga pertama di daerah itu tidak bersedia kerja sama dengan pemkab setempat. Namun alternatifnya ada petani sekitar itu juga sudah mengembangkan jeruk tersebut dan bersedia memberikan beberapa pohon induk untuk budidaya.

"Kalau sitem jaringan kultur itu sudah dibangun di lokasi sentra jeruk di Lebong, maka masalah ketersediaan bibit tidak terkendala lagi," ujarnya. Jeruk gerga pertama dikembangkan salah seorang petani di kecamatan Rimbo Pengadang sekitar sepuluh tahun silam.

Kelebihan jeruk gerga itu bentuknya lebih besar dari jeruk biasa, namun rasanya sangat manis dan banyak diminati masyarakat. Harga beli di lokasi sekitar Rp25.000/kg, sedangkan yang sudah dijual disuper market Kota Bengkulu mencapai Rp40.000/kg, ujarnya.(Z005)

Editor: Rangga
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar