Pekanbaru (ANTARA Bengkulu) - Wakil Gubernur Jawa Barat H Dede Yusuf menyatakan provinsi Jabar akan menyiapkan PON XIX/2016 dengan sistem sinergitas dengan dunia pendidikan atau kampus.

"Jabar akan disiapkan tahapan  PON 2016 semaksimal mungkin, salah satunya melakukan sinergitas dengan dunia pendidikan dalam hal ini dengan kampus-kampus yang ada," kata Dede Yusuf di sela-sela peninjauan ke sejumlah lokasi pertandingan PON XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau, Minggu.

Menurut Dede, selepas PON XVIII/2012, Jabar akan konsentrasi memulai tahapan persiapan menjadi tuan rumah PON 2016. Termasuk memulai pembangunan sejumlah fasilitas yang akan dibangun untuk kesiapan PON baik infrastruktur tempat pertandingan maupun pendukung lainnya.

Dede menyebutkan belajar banyak dari persiapan PON yang diselenggarakan di luar Jakarta seperti Jatim, Sumsel dan Kaltim. Jabar yang mempunyai pengalaman sejarah tuan rumah PON III tahun 1961 bersiap untuk menyambut tongkat estafet sebagai tuan rumah PON berikutnya.

"Pembangunan infrastruktur mungkin akan mulai dilakukan pada 2013 mendatang. Itu harus dilakukan agar tidak ada keterlambatan. Seharusnya sudah mulai dari 2012 ini namun ada kendala, yang diharapkan bisa diselesaikan pada tahun ini," kata Dede.

Dede menyebutkan, upaya Jabar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur dengan melibatkan kalangan kampus di Jabar, merupakan konsep yang strategis karena Pemprov Jabar tidak mungkin mampu sepenuhnya mengerjakan dan menuntaskan persiapan itu.

"Jabar punya kampus seperti ITB, UPI, Unpad serta sejumlah kampus lainnya di kawasan Bandung dan Jatinangor. Pembangunan infrastruktur GOR bisa dilakukan dengan sinergitas kampus, sehingga paska PON bisa dikelola untuk keperluan umum dan terpelihara," kata Dede Yusuf.

Menurut Dede, setiap kampus akan dilibatkan untuk menjadi 'tuan rumah' PON 2016 untuk cabang olahraga tertentu, dan dibangunkan tempat pertandingan sesuai dengan kapasitas dan lokasi yang ada.  Selain itu juga akan dipikirkan akses menuju kawasan tempat pertandingan itu agar mudah ditempuh oleh para kontingen daerah.

Dede menyatakan optimis, konsep PON XIX/2016 berbasis kampus akan mendapat sambutan dari kalangan kampus, karena selain sebagai tuan rumah juga akan mendapatkan keuntungan dengan dibangunnya infrastruktur yang bisa dimanfaatkan untuk pembinaan olahraga dalam jangka panjang.

Orang nomor dua di Jawa Barat itu mengakui, masalah penyediaan lahan tanah di Jabar sedikit sulit dibandingkan dengan di daerah Kalimantan atau Sumatera. Lahan di Jabar sudah sempit dan sulit untuk mendapatkan dalam ukuran luar.

"Terus terang masalah pengadaan tanah di Jabar sulit sementara pengadan untuk kompleks olahraga yang komplit itu bisa membutuhkan 200-300 hektar tanah. Perlu ada terobosan, salah satunya sinergitas dengan kalangan kampus," kata Dede Yusuf menambahkan. (ant)

Editor: Musriadi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar