Yogyakarta (ANTARA) - Kenaikan tarif masuk objek wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang terlalu tinggi berpotensi memengaruhi penurunan okupansi hotel tahun ini, kata Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Deddy Pranowo Eryono.

"Kenaikan tarif masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang dinilai terlalu tinggi tentu berpotensi memengaruhi okupansi tiap-tiap hotel di provinsi ini," katanya di Yogyakarta, Jumat.

Hal tersebut terkait dinaikkannya harga tiket masuk kawasan Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko yang ada di bawah pengelolan PT Taman Wisata Candi (TWC) pada awal tahun ini mencapai 20 dolar AS per orang.

Menurut dia, penurunan okupansi hotel khususnya yang disebabkan menurunnya wisatawan mancanegara akan benar-benar terjadi apabila kenaikan tarif masuk objek wisata tidak segera dikendalikan.

"Khususnya terkait potensi penurunan wisman karena tarif yang naik khusus bagi mereka. Ini sangat mungkin terjadi apabila kenaikan tarif tidak segera dikendalikan,"katanya.    

Memang pada dasarnya, menurut Deddy, terkait dengan mahalnya tiket masuk, tiap hotel di DIY dapat menglihkan promosi wisata ke objek-objek wisata lain selain Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

"Kami dari perhotelan mungkin saja mengalihkan promosi wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko untuk kemudian dialihkan ke objek-objek wisata yang lainnya," katanya.

Hal lain yang  perlu diperhatikan dengan kenaikan tersebut, katanya, dikhawatirkan memengaruhi citra wisata di DIY yang akan dinilai mahal di kalangan wisman.

"Dengan imej yang mahal tentu mereka mencari opsi wisata lain diluar DIY," katanya.

Dia mengaku khawatir jumlah wisman yang menyewa kamar hotel di DIY yang sebelumnya selama 2012 mencapai 180.000 wisman akan  merosot pada tahun ini akibat potensi munculnya kesan mahal pariwisata di DIY.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Sinang Sukanta mengingatkan pihak pengelola objek wisata untuk tidak mudah menaikkan tarif masuk melainkan harus  dengan alasan yang rasional.

"Kami dari Dinas Pariwisata hanya bisa mengingatkan pihak pengelola objek wisata untuk tidak serta-merta menaikkan harga tiket apalagi tidak disertai alasan yang rasional," katanya. (ANTARA)

Editor: Helti Marini S
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar