Sentani (Antara Bengkulu) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua menanam pohon sagu bersama dengan masyarakat adat di kawasan Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, ujar Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura Patrisius Yamlai kepada Antara di Sentani, Rabu.

"Sebanyak 600 pohon sagu akan kembali ditanam Pemkab Jayapura di sepanjang lokasi pelebaran jalan di Distrik Sentani Timur," tandasnya.

Menurutnya, akibat pelebaran ruas jalan Sentani-Waena menjadi dua jalur yang saat ini sudah dilakukan ternyata telah banyak menebang pohon sagu milik masyarakat di daerah Distrik Sentani Timur.

"Kami merasa perlu melakukan ini karena selama ada pengembangan dua jalur jalan, sejumlah pohon-pohon sagu ditebang termasuk akan dilakukannya pengembangan di kawasan Distrik Sentani Timur terkait pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) pula," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya akan mencoba mengarahkan masyarakat untuk menjaga lingkungannya masing-masing, termasuk pohon sagu sehingga ada penghijauan yang terjadi di Distrik Sentani Timur.

"Berdasarkan instruksi Bupati Kabupaten Jayapura, kami juga akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) tentang pohon sagu yang pernah disahkan bersama dewan. Dimana penanaman 600 pohon sagu ini, akan melibatkan masyarakat adat dalam rangka hari lingkungan hidup yang berlokasi dari Kampung Nolokla hingga batas kota," paparnya.

Sebelumnya perda ini tidak diberlakukan secara konsisten pada waktu sebelumnya dan terbukti banyak pohon sagu yang ditebang. Oleh karena itu, saat peringatan hari lingkungan hidup Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura mencoba menyuarakan persoalan sagu ini agar semua pihak bersama-sama membudiyakan hutan sagu untuk masa depan.

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2013