Taslim Bukhari, nelayan Desa Desa Merpas Kecamatan Nassal Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu mengenalkan alat pancing sederhana yang ia ciptakan sendiri untuk menangkap gurita di perairan Kaur, pesisir barat Sumatera.

"Saya mulai menciptakan alat ini tahun 2014 setelah melihat banyak nelayan pencari gurita yang tidak memiliki kapal untuk melaut," kata Taslim yang akrab disapa Bob, di Bengkulu, Jumat.

Ia pun menjelaskan cara kerja alat tersebut di hadapan peserta lokakarya bertema "Integrasi Pengelolaan Berkelanjutan Sumber Daya Pesisir dan Kelautan Berbasis Masyarakat" yang digelar AKAR Foundation.

Bob mengatakan awalnya ia menangkap gurita dengan cara yang umum dilakukan nelayan di Kaur yakni menggunakan kapal ke tengah laut lalu menebar pancing. 

Kemudian ia berinisiatif untuk membuat pancing gurita yang bisa langsung digunakan nelayan menangkap gurita di atas karang tanpa menggunakan perahu atau kapal.

Pancing gurita tersebut terbuat dari kayu, timah, dawai, pewarna, tali pancing, sendok, pengait pancing ikan dan kili. 

Kayu pertama digunakan sebagai pengapung alat tersebut, kemudian kayu kedua diisi dengan timah seberat 6 ons sebagai pemberat. 

Kemudian pengait pancing dan dawai digunakan sebagai penyangga saat gurita menaiki alat tersebut sedangkan sendok digunakan sebagai penghasil bunyi dan pewarna digunakan sebagai penarik perhatian gurita tersebut. 

"Untuk membuat alat pancing ini tidak membutuhkan biaya besar bahkan tidak mencapai Rp100 ribu untuk satu alat yang bisa digunakan hingga berbulan-bulan," ujarnya. 

Bob menjelaskan, penggunaan alat tersebut sangat mudah dan tidak membutuhkan umpan yaitu nelayan cukup menggoyang-goyangkan alat tersebut beberapa menit kemudian gurita akan datang dengan sendirinya.

Meskipun memiliki resiko yang tinggi seperti tergulung ombak besar, kaki kram dan lainnya namun masih banyak nelayan yang menggunakan alat pancing tersebut. 

Dalam sehari nelayan bisa mendapatkan gurita hingga puluhan kilogram atau sekitar Rp1,5 juta. 

"Alat ini juga tidak ada batasan waktu dan beban. Jika warnanya memudar tinggal di cet ulang dan jika ada alat yang rusak cukup diganti saja," kata Bob.

Pewarta: Anggi Mayasari

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2021