Palu (Antara) - Harga sejumlah kebutuhan sehari-hari masyarakat (sembako) di pasaran Kota Palu, Sulawesi Tengah, pekan ini mulai bergerak naik dari sebelumnya sebagai dampak dari cuaca ekstrem di daerah itu.

"Sejumlah pedagang di Pasar Masomba Palu, Kamis mengatakan ada beberapa jenis kebutuhan masyarakat naik, tapi sebagian besar cukup stabil," kata Nunung, salah seorang pedagang di pasar itu, Kamis.

Hal senada juga disampaikan Subaida, yang menyebutkan kebutuhan  mengalami kenaikan antara lain tomat, ikan, bawang, ayam dan telur.

Harga tomat dijual di pasar tersebut berkisar Rp8.000,00 per kilogram atau naik dari sebelumnya hanya Rp4.000,00.

Begitu pula harga bawang merah dari Rp20.000,00 naik menjadi Rp30.000,00 per kilogram, telur ayam dari Rp900,00 menjadi Rp1.100 per butir dan ayam pedaging yang biasanya dijual Rp25.000,00 naik menjadi Rp45.000,00 per ekor.

Khusus daging sapi tidak mengalami kenaikan tetap pada kisaran Rp80.000,00 per kilogram.

Berikut harga beras medium bervariasi antara Rp7.000,00-Rp8.000,00 per kilogram dan beras kualitas terbaik berkisar Rp8.500,00 sampai Rp10.000,00 per kilogram.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Palu, Aspah membenarkan harga beberapa kebutuhan masyarakat di pasaran cenderung naik.

Kenaikan harga dikarenakan lebih dikarenakan dampak dari perubahan cuaca cukup ekstrem di wilayah Sulteng.

Tingginya curah hujan otomatis sangat berdampak terhadap hasil panen komoditas-komoditas tertentu seperti sayur-mayur.

Misalkan, katanya tomat, bawang dan cabe merupakan tanaman yang sangat tergantung kepada curah hujan. Kebanyakan hujan justru tidak baik bagi tanaman tersebut.

Begitu pula gelombang laut di perairan Sulteng selama Januari 2014 ini cukup tinggi sehingga banyak nelayan tidak melaut.

Otomatis kurangnya hasil tangkapan nelayan mendongkrat harga ikan di pasar-pasar tradisional di Palu naik.

Harga ikan sekarang ini cukup mahal.Yang biasanya dijual Rp10.000,00 per ekor, kini naik menjadi Rp20.000,00.

Karena memang suplai dari nelayan menurun. Lagi pula tentu harga jual di tingkat nelayan sudah naik,sebab pengaruh cuaca ekstrem, kata Aspah.

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014