Harapan sektor tunggal putra Indonesia untuk mengirim satu wakilnya ke babak final Malaysia Open harus pupus, setelah Jonatan Christie ditundukkan Viktor Axelsen pada babak semifinal yang berlangsung dalam tiga gim, Sabtu.

Berlaga di lapangan nomor satu Axiata Arena, Kuala Lumpur, Jonatan harus mengakui keunggulan pebulu tangkis peringkat satu dunia dengan skor akhir 15-21, 22-20, 11-21.

Secara keseluruhan, unggulan ketujuh berada dalam tekanan sejak gim pertama hingga gim ketiga. Namun keunggulan yang direbut pada gim kedua diperoleh akibat Axelsen yang menurunkan tempo permainannya.

Pada gim ini, Axelsen juga melakukan eror yang tidak perlu sehingga memberikan poin gratis kepada wakil Indonesia. Bahkan saat Axelsen mencapai gim poin, Jonatan berkesempatan mengejar dan menempatkan mereka pada posisi setting 20-20.

Keuntungan diberikan Axelsen kepada Jonatan pada poin akhir saat ia mengangkat bola terlalu tinggi dan berakhir di luar garis lapangan.

Pada gim ketiga, Jonatan kembali tak berkutik dan nihil celah untuk mendulang angka lewat serangan-serangannya. Pada fase ini, Jonatan hanya mengikuti arah bola dan kesulitan mendikte pukulan kepada Axelsen.

Sebelumnya, Anthony Sinisuka Ginting juga menelan kekalahan ketujuh berturut-turut dari peringkat satu dunia Viktor Axelsen dalam pertemuan yang terjadi di babak perempat final Malaysia Open 2022 di Kuala Lumpur, Jumat.

Kalah dengan rubber game 21-18, 17-21, 12-21, Ginting harus mengakui keunggulan pebulu tangkis Denmark itu setelah sebelumnya juga disingkirkan dari persaingan Indonesia Masters dan Indonesia Open di Jakarta awal Juni lalu.

Pada gim pembuka, Ginting secara cepat mencetak keunggulan 5-2 dari lawannya. Sempat tersusul 6-10, tak membuat Ginting tertekan dan justru terus mengajak Axelsen memainkan reli lambat.
 
Anthony Sinisuka Ginting (dokumentasi PP PBSI)


Kejar-mengejar skor terjadi, hingga akhirnya peraih perunggu Olimpiade Tokyo pun keluar dari situasi kritis dan memenangi gim pertama 21-18.

Pada gim kedua, Ginting tak bisa mengembangkan permainannya saat berganti lapangan. Meski bermain lebih lambat dan meladeni reli dari Axelsen, Ginting tetap kesulitan untuk mencuri angka dari lawannya.

Kalah jangkauan menjadi kendala utama Ginting saat adu pukulan dengan Axelsen. Pukulan menyilang yang dilayangkan Axelsen terlalu jauh untuk dihalau oleh wakil Indonesia itu.

Hingga skor menyentuh jeda interval, Ginting masih terjebak dengan hanya mengantongi empat poin di gim kedua.

Keunggulan terus digenggam Axelsen hingga game point. Ginting telah mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menyusul dan sempat mendekati dengan skor 17-20. Namun pada poin kritis ini, smes yang ia layangkan justru keluar lapangan dan memberi Axelsen kemenangan gim kedua.

Ginting kembali pada performa awal saat kembali ke sisi lapangan semula. Pada fase ini, Ginting terlihat lebih nyaman dalam mengatur ritme pertandingan.

Pebulu tangkis dari klub SGS PLN Bandung ini sempat memimpin 10-7 atas Axelsen. Namun ia kehilangan dominasi setelah tak sanggup mengejar bola lawan sehingga kehilangan keunggulan di interval dengan skor 10-11.

Mendekati match point, permainan Ginting semakin tak terarah. Sejumlah pengembalian yang ia lakukan terkesan tidak terkontrol dan kerap berakhir dengan membentur net atau keluar lapangan.

Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Axelsen yang terus melakukan umpan jauh. Setelah berlaga selama 65 menit, Ginting pun harus mengakui keunggulan peraih medali emas Olimpiade Tokyo dan merelakan langkahnya terhenti di perempat final.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jonatan menyerah pada Axelsen dalam semifinal tiga gim

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2022