Malang (Antara) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengemukakan masih banyak orang Indonesia yang tidak percaya dengan prestasi yang telah diraih negeri ini, dan saat ini dalam posisi yang sangat bagus.

"Sekarang ini Indonesia berada pada posisi yang sangat bagus, sebab segi ekonomi, negara ini termasuk sepuluh besar ekonomi dunia, padahal dua tahun lalu, posisi Indonesia masih di posisi 16 besar. Namun, masih ada saja orang-orang kita yang tidak percaya Indonesia saat ini mencapai prestasi itu," kata Mendikbud dihadapan 1.134 wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu.

Namun demikian, kata Nuh, dirinya tidak heran jika banyak orang Indonesia tidak percaya bahwa negara ini bisa menjadi sepuluh besar ekonomi dunia karena masyarakat Indonesia sedang mengidap kompleks inferioritas, yaitu perasaan rendah diri yang sudah membudaya.

Menurut Mendikbud, rasa inferior itu terjadi karena masyarakat sudah lama tidak merasakan keberhasilan, sehingga ketika meraih prestasi dan kesuksesan justru terasa aneh.

Indonesia, lanjutnya, diuntungkan karena secara demografis, hingga 2035, populasi bangsa ini akan diisi oleh orang-orang yang berada di usia produktif, sehingga di usia 100 tahun, yakni 2045, Indonesia akan menikmati keuntungan demografis tersebut. "Para wisudawan inilah yang nanti akan menjadi bagian dari generasi ini 2045," ujarnya.

Oleh karena itu Mohammad Nuh menilai wisudawan tersebut sebagai generasi sang matahari karena memiliki kesempatan menghadirkan inspirasi dan pencerahan dengan ilmu yang dipelajari dan diperoleh selama di bangku kuliah.

"Tidak semua lulusan SMA bisa menjadi mahasiswa (kuliah), kalaupun bisa kuliah, tidak semua bisa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Tanah Air, yang bisa memberi inspirasi dan pencerahan," katanya.

Ia mengatakan inspirasi dan pencerahan itu sudah dicontohkan UMM, misalnya mampu memaksimalkan Sungai Brantas yang membelah kampus itu menjadi energi listrik melalui teknologi mikro hidro, sehingga sebagian pasokan listrik di kampus itu dilakukan secara mandiri.

Pada kesempatan itu Mendikbud mengatakan akan memberikan penghargaan bagi wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Khusus yang terbaik di fakultas bidang sains, akan dicarikan beasiswa S2, namun untuk sementara beasiswanya masih terbatas di beberapa universitas saja di Tanah Air, seperti ITS, ITB, UGM dan UI.

Usai memberikan orasi ilmiah dihadapan wisudawan dan orang tua wisudawan, rombongan Mendikbud bersama jajaran pengurus pusat Muhammadiyah mengunjungi Rumah Sakit UMM di kawasan Tlogomas yang dalam waktu dekat ini akan melakukan "grand launching". ***3*** 

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2014