Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memaparkan kronologi peristiwa ledakan pada proyek rumah di Jalan Prahu No. 2, RT. 07/02, Kelurahan Guntur Setiabudi, Jakarta Selatan.

Menurut dia, di Jakarta, Rabu, pertama kali dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada Anggota Polsek Setiabudi.

Setelah tiba di lokasi, Kapolsek Setiabudi Kompol Arif Purnama Oktora bersama tim melakukan pengecekan awal dan mendapatkan keterangan dari tiga saksi yang merupakan teman korban.

"Keterangan dari tiga saksi yang merupakan teman dari korban yang juga bersama-sama dengan korban bertugas sebagai kuli dan tukang di proyek rumah di TKP ini," katanya. 
 

Ade menjelaskan, menurut kronologi yang diberikan oleh para saksi, korban, yang dikenal berinisial A, telah istirahat sejenak dari pekerjaannya sekitar pukul 13.00 WIB.

Setelah istirahat, korban kembali ke area belakang proyek rumah. Saat sedang melakukan penggalian, korban menemukan sebuah benda berwarna terang yang tampaknya mencurigakan.

"Saat menggali korban menemukan benda berwarna terang seperti putih," ucapnya.

Melihat itu, salah satu dari tiga saksi memberikan peringatan kepada korban untuk berhati-hati terhadap benda tersebut.

Namun sayangnya, korban memutuskan untuk memukul benda tersebut, yang akhirnya menyebabkan ledakan.

"Kemudian, berdasarkan keterangan saksi, korban memukul benda tersebut dan akhirnya menimbulkan ledakan," jelasnya.

Akibat ledakan tersebut, korban A ditemukan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, tiga saksi lainnya mengalami luka ringan dan saat ini sedang menjalani perawatan medis di sebuah klinik terdekat.

Otoritas kepolisian segera melakukan penyelidikan lebih lanjut dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tim penjinak bom dan gegana dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya turut serta dalam upaya penanganan insiden ini.

Selain itu, tim identifikasi dari Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan dan Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya juga terlibat dalam proses identifikasi dan penyelidikan.


Situasi di lokasi masih dalam pengawasan ketat dan berlangsungnya penyelidikan.

Pewarta: Erlangga Bregas Prakoso

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2023