Mukomuko (Antara) - Banjir rob atau air laut naik ke daratan yang menggenangi sekitar100 hektare sawah di Desa Pasar Ipuh, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mulai surut sejak, Senin (13/6).

"Air laut yang menggenangi sawah di desa ini mulai surut," kata Sekretaris Desa Pasar Ipuh, Muchtarudin, di Mukomuko, Selasa.

Sawah seluas sekitar 100 hektare yang sudah panen raya di wilayah itu tergenang banjir rob terjadi pada Minggu (5/6)pagi.

Pasang air laut naik ke daratan dan mengenangi sawah petani setempat karena pengaruh cuaca ekstrem angin kencang dan ombak besar yang melanda perairan laut di wilayah itu.

Menurutnya, tidak masalah sawah di wilayah itu tergenang air laut. Asalkan air laut itu tidak terlalu lama menggenangi sawah tersebut.

"Kalau pengalaman petani di wilayah ini kalau hanya sebentar justru bagus dan membuat tanah menjadi subur," ujarnya lagi.

Menurutnya, bangunan pengaman pantai di wilayah itu turut membantu untuk menahan pasang air laut dan membuat air laut yang naik ke daratan menjadi cepat surut.

"Pengaman pantai itu dibangun agar daratan tidak berkurang. Apalagi jarak pinggir pantai denhgan pemukiman penduduk di wilayah itu tidak terlalu jauh," ujarnya.***4***

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016