Rejanglebong (Antara) - Bupati Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, Ahmad Hijazi menyatakan Danau Mas Harun Bestari (DMHB) yang ada di wilayah itu akan dijadikan pusat wisata setempat.

"DMHB yang sudah ada ini akan kita jadikan pusat destinasi wisata di Rejanglebong, di mana fasilitas yang sudah ada di kawasan itu akan dimanfaatkan secara optimal dan dilakukan penambahan fasilitas lainnya," kata Bupati Ahmad Hijazi pada acara diskusi sambung rasa dengan seribuan warga dari 25 komunitas di daerah itu di rumah dinas bupati setempat, Sabtu.

Kawasan DMHB yang berada di Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang tersebut kata dia, sejak puluhan tahun lalu sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Rejanglebong, namun tidak bisa berkembang dengan baik karena faktor keamanan di Jalan Lintas Curup-Lubuklinggau, Provinsi Sumsel, sehingga banyak orang takut datang ke tempat itu.

Selain faktor keamanan, posisi Rejanglebong sendiri tambah dia berada di antara dua daerah yakni Kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau, yang secara otomatis perhatian orang terpecah.

Kendati demikian dirinya akan mengupayakan pengembangan kawasan wisata yang ada di daerah itu sesuai dengan programnya yakni menjadikan Kabupaten Rejanglebong sebagai kota pendidikan, religius dan kota wisata.

"Selain pengembangan lokasi wisata dengan penambahan fasilitas pendukung, pembangunan akses jalan serta menumbuhkan ekonomi kreatif agar dapat menghidupkan pariwisata di Rejanglebong," ujarnya.

Untuk pengembangan destinasi wisata di DMHB yang memiliki luasan mencapai 28 hektare itu kata dia, akan dimulai dalam waktu dekat dengan pembiayaan dari APBD Perubahan 2016. Sedangkan rencana pembangunan rumah adat dari berbagai provinsi di Tanah Air layaknya di Taman Mini Indonesia Indah baru akan dilaksanakan tahun depan.

Selain pembangunan rumah adat di bagian atas danau atau berada di komplek villa biru ini juga akan dibangun miniatur Ka`ba untuk pelatihan manasik haji.

Sedangkan beberada gedung di komplek villa biru yang dibangun pada masa dirinya menjabat sebagai bupati daerah itu pertama kalinya pada 2000 lalu, namun tidak dimanfaatkan akan dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan (Diklat) kepegawaian BKD Provinsi Bengkulu. ***1***

Pewarta:

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2016