Presiden Prabowo Subianto menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah Indonesia kini menjadi perhatian dan dipelajari oleh para pakar internasional, termasuk dari Gedung Putih Amerika Serikat, karena dinilai sebagai investasi sosial dan ekonomi yang strategis.
Dalam taklimat lanjutan pada agenda Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, Kepala Negara mengatakan MBG merupakan bagian dari upaya besar mewujudkan swasembada pangan dan energi sekaligus mengubah aliran ekonomi agar lebih banyak berputar dari desa, bukan tersedot ke kota maupun ke luar negeri.
Baca juga: Sekda Muaro Jambi sebut pengelola MBG abai SOP usai ratusan siswa keracunan
“Kita harus mengubah aliran uang dari desa ke kota dan ke luar negeri. Kita harus hentikan antara lain dengan MBG,” kata dia.
Ia mengatakan, hingga saat ini program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dalam kurun waktu satu tahun.
Capaian tersebut, menurut dia, melampaui berbagai prediksi pesimistis yang meragukan kemampuan Indonesia menjalankan program berskala besar tanpa masalah serius.
“Banyak orang hebat meramalkan (MBG, red) pasti gagal, sekian ribu keracunan. Kita makan di restoran Jakarta saja ada keracunan, kalau kita jumlahkan berapa milyar makanan yang sudah kita bagi? Statistiknya adalah 0,008 atau 7 persen, artinya apa? Artinya, 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil,” ujarnya.
Baca juga: Lapas Kelas IIA Curup Bengkulu kelola dapur Makan Bergizi Gratis
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut turut menarik perhatian lembaga dan pakar internasional.
Ia menyebut, para ahli dari Gedung Putih tengah mempelajari pelaksanaan MBG di Indonesia, sementara beberapa bulan sebelumnya Rockefeller Institute juga menilai MBG sebagai investasi terbaik yang dapat dilakukan sebuah negara.
“Satu rupiah yang kita keluarkan untuk MBG minimal kembali lima kali,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi nyata dari program tersebut. Hingga kini, sebanyak 22.275 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi, dengan tambahan 13.829 dapur dalam proses pengajuan.
Baca juga: MBG selama Ramadhan: Anak sekolah puasa terima makanan untuk berbuka
Setiap dapur melibatkan pemasok bahan pangan lokal, mulai dari sayuran, ikan, ayam hingga daging, yang menyerap tenaga kerja di tingkat desa, kata Presiden menambahkan.
Jika cakupan MBG mencapai target 82 juta penerima manfaat paling lambat Desember 2026, kata dia, program ini berpotensi menciptakan sekitar 3 hingga 5 juta lapangan kerja.
Ia mengatakan, saat ini saja MBG telah menghasilkan sekitar satu juta lapangan pekerjaan.
Editor : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2026