Lahat, Sumsel (ANTARA Bengkulu) - Puluhan titik ruas jalan lintas Sumatera di wilayah Kecamatan Kikim Area, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, Senin (26/12) mengalami kerusakan parah akibat amblas.

Kerusakan jalan lintas itu berada di ruas jalan Kecamatan Gumay Talang hingga Kecamatan Kikim Timur, dengan kondisi retak memanjang, terbelah, amblas dan longsor, kata Kepala Desa Bungamas, Kecamatan Kikim, Husaiman, di Lahat, Selasa.

Dikatakannya, tingginya curah hujan menjadikan beberapa ruas jalan banyak mengalami kerusakan, seperti amblas, berlubang dan longsor.

Ia mengatakan, kerusakanan jalan lintas sumatera ini sangat mengganggu pengguna jalan dan menghambat kelancaran lalu lintas kendaraan.

"Kondisi jalan ini membahayakan pengendara sepeda motor dan mobil, apalagi jika melintas bersamaan di lokasi jalan rusak tersebut," kata dia.

Husaiman mengatakan, daerah yang paling parah kerusakan berada antara Kecamatan Gumay Talang hingga ke Kikim Timur.    

Pada ruas jalan ini terdapat puluhan titik kerusakan jalan, seperti mulai amblas, retak dan terbelah.

"Keadaan ini jelas akan berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, terutama kelancaran pengangkutan hasil pertanian, dan termasuk keamanan masyarakat di sini," ujar dia.

Menurut Husaiman, kerusakan Jalinsum di daerah Kikim beberapa minggu ini, mendorong terjadi peningkatan angka kecelakaan, belum lagi masih minim rambu-rambu lalu lintas.

"Kami minta pemerintah segera melakukan perbaikan, karena kerusakan jalan itu akan bertambah parah jika dibiarkan," kata dia lagi.

Bupati Lahat, Saifudin Aswari Rivai mengatakan, ruas jalan itu merupakan milik negara, sehingga tanggung jawab pemerintah pusat untuk melakukan perbaikan.

"Memang memasuki musim penghujan cukup berpengaruh terhadap kerusakan badan jalan, sehingga mengakibatkan longsor dan amblas. Apalagi sering dilalui kendaraan bertonase tinggi, seperti truk Fuso maupun bus AKAP yang besar dan penuh penumpang," kata dia lagi.

Namun, ada sebagian kerusakan jalan itu sudah dilakukan perbaikan terutama yang mengalami kerusakan cukup parah.

"Memang jalan miliki Provinsi Sumsel dan negara di sini cukup banyak, sehingga perbaikan juga harus dilakukan secara bertahap dan melalui skala prioritas, padahal jumlah kerusakan juga cukup banyak apalagi pada musim hujan ini," kata dia lagi.

Waspadai Arus Sungai

Sementara, selain masalah kerusakan jalan juga pengunjung objek wisata air terjun Lematang Indah, Pagaralam di Sumatera Selatan, diminta mewaspadai peningkatan arus sungai di daerah itu yang rawan terjadi banjir bandang.

"Menghadapi liburan akhir tahun ini biasanya terjadi peningkatan pengunjung berbagai objek wisata tersebut, namun kondisi arus Sungai Lematang di lokasi air terjun perlu diwaspadai, karena dapat membahayakan saat berwisata," kata Kapolres Kota setempat, AKBP Abi Darrin, di Pagaralam, Selasa.

Ia menyatakan, kondisi cuaca hampir terus terjadi hujan sepanjang hari saat ini, membuat volume air menjadi besar dan sewaktu-waktu bisa muncul banjir kiriman, terutama di Sungai Lematang yang cukup banyak menarik perhatian pengunjung.

"Objek wisata air terjun Lematang Indah letaknya berada di tengah-tengah aliran Sungai Lematang, saat memasuki musim hujan arusnya sering meningkat dan berkali-kali makan korban jiwa," ujar dia.

Meskipun sudah ada larangan dari pemandu wisata, terkadang karena pengunjung banyak menjadi sulit terkontrol.

Abi Darrin menambahkan, setiap pengunjung wisata di Lematang Indah perlu memperhatikan peringatan pemandu dan petugas setempat, agar tidak terjadi hal-hal yang dapat membahayakan, termasuk korban hanyut.

Dia mengatakan, untuk sementara wisatawan dilarang melakukan aktivitas mandi dan arung jeram atau meluncur menggunakan perahu karet, karena kondisi air sungai mengalami peningkatan.

"Sementara bagi pengendara sepeda motor juga harus berhati-hati saat melintasi kawasan itu, karena rawan longsor," kata dia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pagaralam, Edy Thamrin mengatakan, ada tiga sungai berarus deras yang perlu diwaspadai di daerahnya terutama di lokasi wisata Lematang Indah, yaitu Sungai Lematang, Selangis dan Sungai Indikat.

Ketiga sungai itu, kata dia, merupakan perpaduan dari puluhan anak sungai dan bila musim hujan sering mengalami banjir bandang.

"Kita mengingatkan bagi pengunjung wisata untuk berhati-hati, karena semua objek wisata di daerah ini berada di daerah rawan banjir bandang dan longsor," kata dia pula. (ANT-127/M033)

Pewarta:

Editor : AWI-SEO&Digital Ads


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2011