Jakarta (Antaranews Bengkulu) - Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia Dr drg Amaliya MSc PhD mengatakan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar, memiliki potensi yang baik untuk membantu mengurangi jumlah perokok di Tanah Air.

"Hasil penelitian dari Public Health of England membuktikan bahwa produk tembakau yang dipanaskan bukan dibakar dapat menurunkan risiko kesehatan hingga 95 persen. Selain itu, studi dari Georgetown University Medical Center Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa sebanyak 6,6 juta orang di Amerika Serikat memiliki potensi terhindar dari kematian dini jika perokok beralih ke produk tembakau alternatif," ujar Amaliya di Jakarta, Kamis.

Bukti-bukti tersebut, kata dia, dapat menjadi suatu landasan ilmiah yang mana produk tembakau alternatif memiliki potensi yang baik untuk membantu mengurangi jumlah perokok.

"Ragam bukti ilmiah dapat menjadi dasar untuk menggalakkan penelitian lebih lanjut di Tanah Air. Dari hasil penelitian tersebut, kita dapat melihat potensi produk tembakau alternatif, yang pada akhirnya dijadikan pondasi untuk menyusun kebijakan. Kami sangat setuju, bahwa di dalam kebijakan tersebut harus memuat aturan spesifik terkait ketentuan dan informasi produk, sehingga dapat membantu perokok memilih produk tembakau dengan risiko lebih rendah. Selain itu, memastikan bahwa produk ini tidak dapat diakses oleh anak-anak," jelas dia.

Pemerintah, kata dia, juga harus membandingkan bagaimana hasil perubahan di negara maju dan bagaimana potensinya di Tanah Air. Menurut dia, pemerintah sebaiknya tidak menutup mata terhadap potensi yang sebenarnya memiliki dampak baik bagi perokok atau malah mempersulit masyarakat untuk memilih produk tembakau alternatif yang memiliki risiko kesehatan yang lebih rendah.

Ketua Umum Perhimpunan Dokter Kedokteran Komunitas dan Kesehatan Masyarakat Indonesia (PDK3MI) dr Mariatul Fadhila mengatakan, pihaknya mendukug upaya pemerintah dalam mencari solusi untuk mengurangi jumlah perokok, salah satunya dengan mendorong penelitian lebih lanjut di Indonesia tentang produk tembakau alternatif.

"Penelitian ini nantinya dapat dijadikan sebagai landasan untuk merumuskan kebijakan yang paling sesuai dengan kondisi di Tanah Air," kata Fadhila.

Pewarta: Indriani

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018