Mukomuko (Antaranews Bengkulu) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko telah menyiapkan sedikitnya 723 petugas kesehatan yang akan memberikan pelayanan kesehatan kepada anak-anak yang menjadi sasaran program imunisasi massal Measles Rubella (MR) di daerah itu.

"Sebanyak 723 orang petugas kesehatan ini terdiri dari dokter, bidan dan perawat. Mereka ini petugas kesehatan yang tersebar di 17 puskesmas di daerah ini," kata Kabid Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Mukomuko, Nen Widiyarti di Mukomuko, Sabtu.

Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan tahun ini akan melaksanakan program pemberian imunisasi massal MR kepada anak di daerah itu yang berusia sembilan bulan hingga 15 tahun.

Ratusan petugas kesehatan ini akan memberikan pelayanan kesehatan kepada anak di pos pelayanan terpadu (Posyandu) hingga ke seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang tersebar di 15 kecamatan di daerah itu.

Pelaksanaan pemberian imunisasi untuk mencegah penyakit campak dan rubella terhadap anak khususnya siswa SD hingga SMP di daerah itu pada bulan Agustus tahun ini.

Untuk itu, seluruh pihak SD dan SMP yang tersebar di 15 kecamatan di daerah itu menyiapkan tempat untuk siswanya yang akan mendapatkan imunisasi MR dari instansi itu.

"Kita tidak perlu pos di setiap sekolah karena pos itu ada secara otomatis menggunakan ruangan di setiap sekolah di daerah ini," ujarnya.

Terkait dengan target anak yang menjadi sasaran program ini, katanya, belum ditetapkan. Instansinya masih melakukan verifikasi data anak yang mendapat imunisasi MR.

Ia menyatakan, instansinya sebelumnya mencatat sebanyak 56.163 anak berusia sembilan bulan hingga 15 tahun yang ditargetkan mendapatkan imunisasi MR tahun ini.

Sekarang ini, katanya, jumlah anak yang menjadi sasaran program imunisasi massal di daerah tersebut berkurang menjadi sebanyak 54.208 anak.

"Kemungkinan data anak yang menjadi sasaran program ini berubah, untuk itu kami perlu melakukan verifikasi guna mendapatkan data akurat terkait jumlah anak yang mendapat? imunisasi," ujarnya.

Pewarta: Ferri Arianto

Editor : Riski Maruto


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2018