Harga cabai merah di pasar tradisional wilayah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, sehari menjelang Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriyah mengalami kenaikan hingga menjadi Rp80.000 per kilogram.

"Harga cabai merah ini kemarin masih dijual pedagang Rp65.000 tapi hari ini harganya naik menjadi Rp80.000 per kg, jarang-jarang harga cabai merah bisa semahal ini, karena Rejang Lebong dikenal sebagai penghasil cabai merah," kata Sumarni (45), warga Kelurahan Dwi Tunggal Curup, Sabtu.

Baca juga: Undangan pelantikan anggota DPRD Rejang Lebong terbatas

Melonjaknya harga cabai merah di wilayah itu, kata dia, sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu dan sampai sekarang terus naik.

Naiknya harga cabai merah membuat ibu-ibu rumah tangga kewalahan mengatur belanja kebutuhan dapur mereka mengingat aneka sayuran dan jenis lauk-pauk lainnya juga mengalami kenaikan seperti daging ayam, ikan, daging sapi serta aneka jenis sayuran lainnya.

Selain cabai merah yang mengalami kenaikan harga luar biasa, kata dia, kenaikan juga terjadi pada harga cabai rawit yang dijual pedagang rata-rata Rp70.000 per kg, kemudian kol bulat di kisaran Rp6.000 per kg, wortel Rp7.000 per kg, tomat Rp6.000 per kg, buncis Rp10.000 per kg dan beberapa sayuran lainnya.

Baca juga: Kemenag usulkan tiga MTs swasta jadi negeri di Rejanglebong

Sementara itu, Hariyanto (37), salah seorang petani cabai Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah menyatakan kenaikan harga cabai merah keriting terjadi akibat banyaknya petani cabai di daerah itu tidak bisa bercocok karena lagi musim kemarau.

Banyak petani yang tidak bisa bercocok tanam karena sekarang masih musim kemarau, kalau mereka yang dekat dengan sumber air masih bisa mengolah lahannya.

Kalau di sini jauh dari sungai dan sumurnya juga tidak ada air sehingga tidak bisa dipakai untuk menyiram tanaman," ungkapnya.

Melambungnya harga jual cabai merah dan cabai rawit di daerah itu, kata dia, mengulang kejadian lima tahun lalu, di mana saat ini harga cabai di pasaran mencapai Rp80.000 per kg, dan harga jual di tingkat petani berkisar Rp60.000-65.000 per kg.

"Sebelumnya banyak petani cabai yang bangkrut, karena harganya selalu anjlok tetapi sekarang naik tinggi tapi tanaman cabainya hanya sedikit. Beruntunglah mereka yang bisa menanam cabai sekarang," kata Yanto yang saat ini menanam cabai di atas lahan 1/4 hektare dan diperkirakan baru panen dua minggu lagi.

Pewarta: Nur Muhamad

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019