Pemuka agama Katolik yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Keuskupan Timika Pastor Andreas Madya SCJ meminta umat Katolik setempat tidak ikut menyebarkan berita, informasi maupun isu provokatif yang dapat memecah belah kesatuan warga.

"Di tengah situasi Papua yang kini memanas, hendaknya umat Katolik tampil sebagai figur yang membawa kesejukan, jangan malah ikut-ikutan menyebarkan isu-isu bernada provokatif yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan warga," kata Pastor Madya saat memimpin perayaan ekaristi pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional/BKSN 2019 tingkat Paroki Santo Stefanus Sempan Timika, Minggu.

Pastor Madya berharap semua orang di Tanah Papua berperan sebagai pembawa khabar gembira di tengah krisis yang bermula dari kasus rasisme di Surabaya, Malang dan Semarang hingga memantik aksi kekerasan yang terjadi di berbagai kota di Papua dalam dua pekan terakhir.

Pastor Maximilianus Dora OFM yang memimpin perayaan misa pelantikan Dewan Stasi Santo Petrus SP 1 Timika secara khusus meminta umat berdoa bagi kedamaian di Indonesia, Tanah Papua dan terutama kedamaian di Tanah Mimika.

"Mari berdoa untuk kedamaian di Tanah Papua yang kini dilanda berbagai gejolak. Dengan pertolongan Tuhan kiranya kita mampu melewati badai ini tanpa ada konflik, dan tanpa ada korban yang jatuh," kata Pastor Maximilianus.

Setelah dilanda kerusuhan pada aksi unjuk rasa warga Papua di Timika pada Rabu (21/8), pengamanan di Kota Timika kini semakin diperketat.

Aparat gabungan TNI dan Polri ditempatkan pada sejumlah obyek vital dan strategis seperti Kantor DPRD Mimika, Kantor Bupati Mimika, Rumah Jabatan Bupati Mimika, Kantor BPJS Ketenagakerjaan, sejumlah perbankan, PLN Area Timika, seluruh SPBU maupun Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Timika.    

Pewarta: Evarianus Supar

Editor : Musriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Bengkulu 2019