.....empat pusaka berupa Tombak Kiai Genjring, Keris Gajah Endra, Pusaka Mulia Stambul (Quran berukuran kecil, red.), dan Keris Nala Praja.....
Purwokerto (Antara Bengkulu) - Sebanyak empat pusaka Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dikirab dari Pendopo Wakil Bupati menuju Pendopo Si Panji di Purwokerto, Kamis siang.

Kirab Pusaka itu digelar dalam rangka Hari Jadi Ke-431 Kabupaten Banyumas yang jatuh pada tanggal 6 April 2013.

Dari pantauan, pelaksanaan Kirab Pusaka ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dipimpin langsung oleh Bupati Banyumas.

Dalam kirab kali ini dipimpin oleh Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein yang juga bupati terpilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Banyumas pada tanggal 17 Maret 2013.

Sementara itu, Bupati Banyumas Mardjoko hanya menyaksikan di panggung kehormatan yang ditempatkan di sebelah selatan Alun-Alun Purwokerto.

Kirab Pusaka yang menggambarkan prosesi perpindahan Ibu Kota Kabupaten Banyumas dari Kecamatan Banyumas ke Purwokerto pada masa pemerintahan Bupati R.T. Martadireja II (1832--1882) ini diawali laporan berbahasa Jawa oleh seorang "subamanggala" (panglima, red.) kepada Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein di halaman Pendopo Wakil Bupati.

Selanjutnya, Achmad Husein meletakkan empat pusaka berupa Tombak Kiai Genjring, Keris Gajah Endra, Pusaka Mulia Stambul (Quran berukuran kecil, red.), dan Keris Nala Praja ke dalam "joli" (tandu, red.) yang akan dipanggul oleh para "bregada" (prajurit, red.) untuk dibawa menuju Pendopo Si Panji yang berjarak sekitar 2 kilometer.

Iring-iringan "joli" pembawa pusaka tersebut diikuti "bregada" pembawa tulisan dan foto para mantan Bupati Banyumas serta kereta kuda yang ditumpangi "Kakang-Mbekayu" Banyumas yang menggambarkan Bupati Banyumas I, yakni R. Djoko Kahiman yang bergelar Adipati Warga Utama II (1582--1583) dan didampingi istrinya.

Di bagian belakang merupakan iring-iringan para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) beserta jajarannya dan para camat se-Kabupaten Banyumas yang mengenakan busana Jawa dengan corak batik banyumasan.

Sesampainya di Pendopo Si Panji, keempat pusaka yang dikirabkan selanjutnya dimasukkan ke tempat penyimpanannya oleh Wakil Bupati Banyumas Achmad Husein.

Terkait dengan pelaksanaan Kirab Pusaka tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas, Amrin Ma'ruf, mengatakan bahwa prosesi peletakan pusaka pada "joli" dan penyemayaman pusaka di Pendopo Si Panji yang dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas ini disebabkan adanya evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

"Biasanya, prosesi tersebut dilakukan oleh Bupati Banyumas. Peserta kirab menginginkan agar mereka tetap disaksikan oleh Bupati Banyumas saat melintas di depan panggung kehormatan," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, saat keempat pusaka tersebut sampai di halaman Pendopo Si Panji, Bupati Banyumas harus meninggalkan panggung kehormatan untuk menyemayamkan pusaka di tempatnya meskipun kirab belum selesai.

Akan tetapi, jika prosesi penyemayaman dilakukan setelah kirab selesai, lanjut dia, keempat pusaka tersebut terlalu lama menunggu di halaman pendopo.

"Dengan demikian, prosesi dilakukan oleh Wakil Bupati Banyumas, sedangkan Bupati Banyumas menyaksikan kirab di panggung kehormatan hingga selesai," katanya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Pemberitaan dan Dokumentasi pada Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Banyumas Wakhyono mengatakan bahwa Kirab Pusaka ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Ke-431 Kabupaten Banyumas.

"Kegiatan lainnya berupa Banyumas Extravaganza 2013 yang akan digelar pada hari Minggu (7/4) pukul 10.00 WIB sampai selesai. Kegiatan tersebut berisi karnaval batik Banyumasan, karnaval seni budaya Banyumas, dan karnaval berbagai potensi yang dimiliki Banyumas," katanya. (ANTARA)


Pewarta: Sumarwoto
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026