Kuala Lumpur (Antara) - Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan kenaikan harga bensin RON95 dan diesel (solar) sebanyak 20 sen sehingga masing-masing menjadi 2,1 ringgit (sekitar Rp6.900) per liter dan 2 ringgit (sekitar Rp6.600) per liter.

Kenaikan itu merupakan salah satu langkah rasionalisasi subsidi pemerintah, kata Najib seperti dikutip berbagai media lokal, Selasa.

"Sekarang ini, pemerintah menanggung subsidi sebanyak 83 sen seliter untuk bensin RON95 dan 1 ringgit per liter untuk diesel," kata Najib yang juga merangkap sebagai Menteri Keuangan.

Jumlah subsidi BBM yang dianggarkan oleh pemerintah untuk tahun ini sebanyak 24,8 miliar ringgit (Rp81,8 triliun).

Dengan kenaikan harga tersebut, berarti pemerintah masih menyubsidi sebanyak 63 sen per liter untuk bensin dan 80 sen per liter untuk diesel.

Pada Juni 2008 harga bensin pernah mencapai 2,70 ringgit per liter saat pemerintah mengumumkan kenaikan 78 sen akibat kenaikan harga minyak dunia.

Untuk mengurangi beban golongan berpendapatan rendah dan rentan terkena dampak pengurangan subsidi BBM itu, pemerintah memberikan Bantuan Rakyat 1Malaysia (BR1M) dalam anggaran 2014 yang jumlahnya akan diumumkan saat pidato anggaran belanja negara pada Oktober mendatang.

Najib mengatakan, dengan rasionalisasi subsidi BBM itu pemerintah akan menghemat anggaran hingga 1,1 miliar ringgit pada 2013.

"Selama setahun penuh kita memperkirakan sekitar 3,3 miliar ringit tetapi tahun ini karena kita baru bermula besok pagi (Selasa 3/9), jumlah itu kira-kira 1,1 miliar ringgit," katanya.

Najib menambahkan, kenaikan harga minyak merupakan satu proses pengukuhan ekonomi jangka pendek dan sederhana yang akhirnya bertujuan memberi kesan positif untuk kesejahteraan rakyat.


: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026