Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan meskipun belum ada kasus positif malaria di daerah ini nihil, namun warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya kasus tersebut.
"Sampai sekarang belum ada warga yang positif malaria, namun kita tetap harus waspada terhadap kemungkinan munculnya kasus positif malaria di daerah ini," kata Pengelola Program Malaria pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Triono di Mukomuko, Kamis.
Ia menyatakan, meskipun daerah ini nihil kasus positif malaria, namun petugas instansi ini tetap melakukan beberapa kegiatan untuk mencegah warga setempat terserang penyakit malaria.
Petugas kesehatan di Puskesmas rutin melaksanakan program jumantik dan melakukan survey vector di sejumlah wilayah yang ditemukan kasus warga yang dicurigai terserang malaria.
Kemudian petugas kesehatan juga melakukan survey ke lokasi yang paling banyak jumlah warga yang suspect atau terindikasi malaria untuk membagikan bubuk abate untuk genangan air di wilayah ini.
Selain itu, petugas dari Dinas Kesehatan juga melakukan penyemprotan lavarsida di bagian dalam rumah warga setempat yang positif terserang malaria, guna mencegah penyebaran penyakit ini.
Sementara itu, ia menyebutkan, berdasarkan data yang diperoleh dari 17 Puskemas yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini, sebanyak 350 warga yang tersebar di 15 kecamatan di daerah ini diduga atau "suspect" terserang malaria sejak bulan Januari 2022 sampai sekarang
"Sebanyak 350 orang warga ini yang suspect malaria sampai, dan tidak ada warga yang diduga terserang malaria yang dinyatakan positif malaria berdasarkan hasil tes cepat atau rapid test dan uji laboratorium," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini petugas kesehatan menentukan warga tersebut suspect dan positif terserang malaria berdasarkan hasil uji laboratorium dan sample darahnya dilihat pakai mikroskop.
Sedangkan sebanyak 350 warga tersebut hanya sebatas dicurigai terserang malaria karena ciri-ciri sama dengan orang yang terserang malaria, tetapi tidak ada pengujian sample darahnya.
Ia mengatakan, daerah ini telah mendapatkan sertifikat dari Kementrian Kesehatan sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dinyatakan bebas malaria.
Ia menyebutkan, ada sejumlah indikator yang dinilai untuk mendapatkan sertifikasi bebas malaria tersebut, yakni "Annual Parasite Incidence" (API) kurang dari 1:1.000 penduduk, "Slide Positive Rate" kurang dari lima persen, dan tidak ada kasus "indigenous".
Menurutnya, sejumlah indikator itu harus dipertahankan selama tiga tahun berturut-turut, dan daerah ini mampu mempertahankan sejumlah indikator itu sejak tahun 2019.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.