Bengkulu (Antara) - Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat bahwa pada triwulan pertama 2015, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di daerah itu turun sebesar 8,85 persen.

"Pertumbuhan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pertumbuhan produksi pada triwulan empat 2014 yang tumbuh sebesar 2,52 persen," kata Kepala Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu Zulfikar di Bengkulu, Jumat.

Ia mengatakan turunnya pertumbuhan pada triwulan pertama 2015 disebabkan pertumbuhan industri makanan yang turun sebesar 10,78 persen.

Penurunan tersebut tidak mampu ditopang oleh pertumbuhan dari industri karet dan barang dari karet yang tumbuh sebesar 10,74 persen.

Sedangkan pertumbuhan pada triwulan keempat 2014, industri makanan tumbuh sebesar 2,80 persen dan industri karet serta barang dari karet tumbuh 1,54 persen.

Ia mengatakan pertumbuhan industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan pertama 2015 bila dibandingkan dengan triwulan pertama 2014, secara keseluruhan mengalami pertumbuhan negatif sebesar 1,13 persen.

Sementara industri manufaktur mikro dan kecil (IMK) pada trriwulan pertama 2015 mengalami pertumbuhan produksi positif sebesar 4,03 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan produksi industri IMK pada triwulan ini mengalami peningkatan pertumbuhan dibanding dengan triwulan sebelumnya yang turun sebesar 4,20 persen.

Jenis-jenis industri yang mengalami pertumbuhan positif antara lain industri pengolahan lainnya, industri kayu, barang dari kayu, barang dari kayu dan gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya.

Begitu pula industri jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan dan industri tekstil, tumbuh positif. ***3***


Pewarta: Oleh Helti Marini Sipayung
: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026