Mukomuko (ANTARA) -
Sepanjang sekitar 50 meter saluran irigasi tersier di wilayah Desa Lubuk Sanai II, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, dirusak orang yang tidak dikenal (OTD) sejak beberapa hari yang lalu. 
 
Berdasarkan pantauan di Mukomuko, Rabu, seluruh lantai dasar saluran irigasi tersebut dibongkar sehingga membuat air irigasi tidak bisa mengalir ke lahan persawahan di wilayah tersebut.
 
"Sampai saat ini kami tidak tahu siapa orang yang telah merusak lantai irigasi ini karena sejak irigasi kiri Bendung Manjunto ditutup sementara mengairi sawah, aktivitas pertanian, maka diketahui jika irigasi ini dirusak," kata warga Kecamatan XIV Koto Junai di Mukomuko, Rabu. 
 
Ia mengatakan, saluran irigasi tersier di wilayah tersebut selama ini berfungsi untuk mengalirkan air yang bersumber dari irigasi Bendung Air Manjunto ke lahan persawahan milik petani di wilayah ini. 
 
Ia memastikan, saat air irigasi Bendung Air Manjuto kembali berfungsi sementara lantai dasar irigasi tersier ini hancur otomatis penyaluran air irigasi tidak maksimal menjangkau seluruh petak sawah di daerah ini.
 
Ia berharap, kasus perusakan aset milik negara ini dilaporkan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar dapat memberikan efek jera. 
 
Sementara itu, Kades Lubuk Sanai II, Kecamatan XIV Koto, Warisno, membenarkan adanya kejadian pengrusakan saluran irigasi tersier sepanjang 50 meter milik Pemerintah Kabupaten Mukomuko.
 
"Seluruh lantai irigasi tersier tersebut dibongkar oleh oknum yang tidak dikenal," ucapnya. 
 
Ia mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah mengantongi siapa oknum yang telah merusak saluran irigasi tersier tersebut, dan sekarang ini sedang dilakukan mediasi agar oknum warga tersebut bertanggung jawab atas perbuatannya. 
 
"Saat ini kami sedang mengupayakan mediasi, agar oknum tersebut dapat bertanggungjawab memperbaiki kembali irigasi yang merupakan aset negara tersebut," ucapnya. 
 
Kendati demikian, ia belum bersedia menyebut oknum warga di wilayah tersebut yang merusak saluran irigasi tersier. 
 
"Kami belum bisa sampaikan siapa oknumnya, yang pastinya ini kemungkinan besar kesalahpahaman, dan sedang dimediasi," demikian kades. 
 


Pewarta: Ferri Aryanto
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026