"Salah satu rudal ini menghantam MV PALATIUM3 berbendera Liberia, yang mengeluarkan seruan mayday dan melaporkan bahwa kapal tersebut ditembak," tulis Komando Pusat AS (CENTCOM) di platform X.
Kapal penghancur USS Mason menanggapi mayday (panggilan darurat dalam komunikasi radio-telepon internasional) tersebut, katanya.
CENTCOM menyebutkan bahwa rudal lainnya kemungkinan besar tidak mengenai apa pun, dan tidak ada laporan yang menyebutkan ada korban pada satu dari tiga kapal yang diserang.
"... namun rangkaian serangan terbaru ini merupakan bukti lain dari risiko besar terhadap pelayaran internasional yang disebabkan oleh tindakan Houthi ini," tegas pusat komando itu.
CENTCOM pada Jumat (15/12) pagi mengatakan Kendaraan Udara Tak Berawak yang diluncurkan dari wilayah yang dikuasai Houthi menghantam Kapal Motor AL JASRAH berbendera Liberia saat kapal itu melakukan perjalanan ke selatan di Laut Merah.
Api yang disebabkan oleh serangan itu sudah dipadamkan, kata pusat komando tersebut.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan pada Jumat bahwa transit lalu lintas komersial di Laut Merah saat ini “lebih berbahaya” dibandingkan sebelumnya.
Gedung Putih --kantor presiden AS-- akan “berbicara lebih banyak” mengenai rincian gugus tugas maritim dalam beberapa hari mendatang, katanya.
Seorang juru bicara Houthi mengatakan sebelumnya bahwa kelompok tersebut akan menargetkan semua kapal yang menuju ke Israel, terlepas dari kebangsaannya.
Houthi juga memperingatkan semua perusahaan pelayaran untuk menghindari berurusan dengan pelabuhan Israel.
Operasi kelompok tersebut terhadap kapal-kapal bertepatan dengan serangan Israel di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas dilancarkan pada 7 Oktober oleh kelompok Palestina Hamas.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti OctaviaUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.