Kota Bengkulu (ANTARA) - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Bengkulu selama Ramadhan 1446 Hijriah menurunkan sejumlah personel untuk melakukan patroli pada malam hari guna mencegah adanya pelanggaran atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kita mengantisipasi sejumlah pelanggaran kamtibmas yang terjadi selama Ramadhan 1446 Hijriah dengan melakukan patroli setiap malam," kata Waka Polresta Bengkulu AKBP Max Mariners di Kota Bengkulu, Kamis.
Baca juga: Mantan Bupati Seluma dituntut empat tahun penjara terkait korupsi
Hal tersebut dilakukan, sebab selama Ramadhan khususnya di Kota Bengkulu sering terjadi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat seperti perang sarung, maupun balap liar.
Max menerangkan, beberapa waktu lalu, anggota kepolisian mengamankan 13 remaja yang masih bersekolah di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) sederajat yang melakukan aksi perang sarung yang dimodifikasi.
Sebanyak 13 remaja tersebut terdiri atas MA (16), ZA (16), MAE (17), RR (17), AB (16), RH (18), MB (16), NM (15), BF (16), MS (15), RPN (16), dan DPL (16).
Max menyebutkan, sebanyak 13 remaja tersebut sempat dibawa ke Mapolresta Bengkulu untuk dimintai keterangan, namun kemudian dilakukan pembinaan di rumah masing-masing.
Baca juga: Polisi sita Rp284,56 juta terkait penipuan mahasiswa Unihaz Bengkulu
Selain itu, anggota juga melakukan tindak tegas dengan melakukan penilangan terhadap lima unit kendaraan bermotor yang digunakan oleh para remaja untuk konvoi usai perang sarung.
Sebelumnya, Polresta Bengkulu juga melakukan patroli serta mengimbau kepada seluruh masyarakat di Kota Bengkulu untuk selalu waspada dan berhati-hati guna mencegah terjadinya pencurian kendaraan bermotor di wilayah tersebut.
"Sudah saya perintahkan juga para Bhabinkamtibmas untuk berpatroli, membuat selebaran yang ditempel ke tempat-tempat pos, imbauan juga datangnya ke tempat-tempat pos, kemudian patroli juga ke tempat-tempat pos itu untuk menyampaikan supaya tidak menyimpan kendaraan nya di luar kamar pada saat tidur," terang Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno.
Baca juga: Selama Ramadhan program MBG di Bengkulu tetap berlanjut
Ia menyebutkan bahwa hal tersebut dilakukan sebab aksi pelaku pencurian saat ini semakin mahir sebab hanya membutuhkan waktu beberapa detik kendaraan dapat dibawa kabur.
Untuk itu, dirinya meminta kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan kendaraan agar tidak menjadi korban kejahatan.
Sebab, salah satu penyebab terjadinya pencurian kendaraan bermotor yaitu kebiasaan masyarakat khususnya mahasiswa penghuni kos yang memarkirkan kendaraannya di luar kamar tanpa pengamanan yang memadai.
