Dengan cara dikukus membuat lepet koci memiliki tekstur yang kenyal di luar, dengan isian kacang hijau yang telah digiling membuatnya memberikan rasa manis dan gurih yang khas.
Secara tampilan, lepet koci memiliki bentuk yang mirip dengan lemper atau naga sari, namun dengan isi yang berbeda. Ukurannya cukup kecil, sehingga mudah untuk dikonsumsi sebagai takjil. Makanan ini sangat disukai karena rasanya yang lezat, dan tentunya menjadi bagian dari tradisi berbuka puasa bagi masyarakat Bengkulu.
Makanan lepet koci ini merupakan bagian dari warisan kuliner tradisional Bengkulu yang telah ada sejak lama. Dalam sejarahnya, lepet koci sudah dikenal lama oleh masyarakat Bengkulu sebagai hidangan yang biasa disajikan pada acara-acara tertentu, terutama saat bulan Ramadhan.
Baca juga: Ramai pemburu takjil di depan Gereja Kristen Injil Bengkulu, ini menu favoritnya!
Baca juga: Potret jenaka non-Muslim gabung "war takjil": Untukmu agamamu, takjilmu juga takjilku
Peran Lepet Koci di Bulan Ramadhan
Di bulan Ramadhan, lepet koci memiliki makna yang lebih dari sekadar makanan. Bagi masyarakat Bengkulu, lepet koci adalah bagian dari tradisi yang membawa berkah. Biasanya, lepet koci disajikan saat berbuka puasa bersama keluarga, teman, atau tetangga.
Dengan bentuknya yang kecil dan praktis, lepet koci memiliki ciri khas sendiri yang sangat cocok dijadikan hidangan pembuka yang tidak terlalu berat.
Bahu-membahu siapkan ribuan porsi bagi pemburu takjil
Pewarta: Dea Ananda PutriEditor : Anom Prihantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026