Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu menyiagakan sejumlah personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selama Ramadhan 1446 Hijriah guna mengantisipasi terjadinya bencana alam, seperti banjir, pohon tumbang dan lainnya.
Sebab, selama Ramadhan 1446 Hijriah, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai dengan angin kencang dan petir.
"Jadi, dalam rangka Ramadhan kita tetap menyiagakan personel di kantor setiap hari, dengan jadwal piket terdiri atas empat orang, dengan personel seluruhnya 14 orang," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bengkulu Will Hoppi di Bengkulu, Selasa.
Ia menyebutkan sejumlah personel tersebut, di antaranya bertugas memantau kondisi Kota Bengkulu jika terjadi bencana dan informasi tersebut sangat dibutuhkan guna mengevakuasi masyarakat.
"Sama-sama kita ketahui bahwa beberapa hari terakhir intensitas hujan tinggi, sehingga kami berharap kepada masyarakat untuk berhati-hati," sebut dia.
Sementara itu, berdasarkan data dari BMKG, untuk wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di Provinsi Bengkulu, yaitu Kota Bengkulu, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Utara.
Selain itu, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.
Oleh karena itu, Pemkot Bengkulu mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah tersebut untuk menghubungi panggilan darurat (call center) 112 saat keadaan darurat atau butuh batuan.
Untuk laporan yang masuk yang dilaporkan masyarakat ke kontak panggilan darurat 112 kebanyakan berhubungan dengan kebakaran, ular, pohon tumbang, kecelakaan, dan gangguan lalu lintas.
Terkait dengan proses penanganan laporan tersebut, dilakukan sesuai standar operasional yang ketat, yaitu laporan akan diteruskan ke dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti.
Sebelumnya, layanan panggilan darurat dengan nomor 122 dibuka selama 1x24 jam agar masyarakat dapat melapor apabila terjadi hal yang bersifat darurat.
Untuk layanan 112 tersebut bebas biaya panggilan, mudah dan cepat. Petugas dan tim siap berkoordinasi dengan instansi serta perangkat daerah terkait guna mengakomodasi laporan dari masyarakat.
