Mukomuko (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktorat Pengelolaan Logistik dan Peralatan melakukan verifikasi ulang usulan bantuan peralatan untuk penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami, dan banjir di wilayah Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
"Kemarin itu ada verifikasi lagi terkait proposal usulan bantuan peralatan dari daerah ini," kata Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko Ahmad Hidayat Syah saat dihubungi dari Mukomuko, Rabu.
BPBD Kabupaten Mukomuko sebelumnya telah menyampaikan proposal usulan bantuan berbagai jenis peralatan untuk penanggulangan bencana secara elektronik kepada BNPB.
Jenis peralatan yang diusulkan oleh BPBD Mumomuko, yakni mobil rescue sebanyak 3 unit, mobil toilet portabel satu unit, mobil komunikasi satu unit, sepeda motor trail satu unit.
Kemudian mobil ambulans satu unit, mobil tangki air satu unit, perahu karet satu unit, mesin sedot satu unit, mesin chainsaw satu unit, tenda, dan peralatan penanggulangan bencana lainnya.
Menurut dia, BNPB melakukan verifikasi ulang usulan bantuan peralatan penanggulangan bencana untuk memastikan dari sekian jenis peralatan yang diusulkan mana yang diprioritaskan.
"Makanya kemarin kami ditanya oleh pihak BNPB terkait proposal usulan bantuan peralatan penanggulangan bencana dari daerah ini dan mana saja yang yang diprioritaskan," ujarnya.
Menurut dia, sebenarnya semua peralatan penanggulangan bencana yang diusulkan itu semuanya prioritas dan selama ini dibutuhkan oleh daerah ini untuk melakukan penanggulangan bencana, tetapi karena permintaan BNPB sehingga dipilih mana yang diprioritaskan.
Dia menyebutkan, dari sekian banyak peralatan penanggulangan bencana tersebut, yang diprioritaskan mobil rescue, mobil tangki air, mobil pick up, tenda pengungsi, dan motor trail.
"Tergantung BNPB. Kalau usulan banyak, kini tergantung mereka mau mengakomodir bantuan yang mana. Dan mudah-mudahan ada usulan peralatan yang direalisasikan," demikian Ahmad.
Pewarta: Ferri AryantoUploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026