Selasa, 17 Oktober 2017

Gubernur Bengkulu Upayakan Proyek "Ringroad Nakau"

id Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti
Gubernur Bengkulu Upayakan Proyek
Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti. (Foto Media Center Pemprov)
Bengkulu (Antara) - Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti mengupayakan proyek "Ringroad Nakau" yang melintasi Nakau-Danau Dendam Tak Sudah-Air Sebakul, Kota Bengkulu dapat terwujud sehingga daerah ini memiliki jalan lingkar yang menghubungkan wilayah Barat dengan Timur.

"Kita perlu memastikan izin pinjam pakai kawasan hutan diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sehingga jalan ini bisa dibangun," kata Ridwan di Bengkulu, Rabu.

Rencana pembangunan jalan lingkar Kota Bengkulu yang melintasi kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Danau Dusun Besar sudah lama dirintis pemerintah daerah Provinsi Bengkulu.

Jalan tersebut mulai dibangun pada 1990-an oleh pemerintah daerah Provinsi Bengkulu, namun dihentikan atas tuntutan warga dan sejumlah lembaga non-pemerintah akibat kekhawatiran berkurangnya debit air irigasi untuk persawahan yang bersumber dari danau tersebut.

"Jalan lingkar ini sangat dibutuhkan untuk jalur angkutan barang yang selama ini masih melintasi jalan dalam kota," katanya.

Pembangunan jalan lingkar tersebut direncanakan melintasi CA Danau Dusun Besar sepanjang 2,4 kilometer dengan lebar 30 meter.

Kawasan Cagar Alam Dusun Besar memiliki dua tipe ekosistem yaitu ekosistem perairan danau dengan luas sekitar 90 hektare yang terdiri atas genangan perairan danau terbuka seluas 69 hektare dan zona habitat bakung-bakungan yang menjadi inang bagi anggrek pensil seluas 21 hektare.

Kawasan ini juga memiliki zona ekosistem hutan air tawar dengan luas 487 hektare yang berfungsi sebagai kawasan tangkapan air (catchment area) bagi zona perairan danau.

Menurut data BKSDA Bengkulu cagar alam tersebut memiliki kekayaan flora yang spesifik, yaitu anggrek pensil (Vanda hokeriana) dan ikan tembakang serta fauna yang khas seperti kukang (Nytchebus coucang), kucing hutan (Felis marmorata), burung rangkong (Buceros rhinoceros), bangau putih (Bubulcus ibis), bangau hitam (Ciconia episcopus), burung raja udang (Pelargopsiscopensis) dan belibis (Cairina scutulata).***3***

Editor: Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga