Rejang Lebong, Bengkulu (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebutkan saat ini sudah terbentuk 56 Koperasi Merah Putih tersebar dalam beberapa desa/kelurahan.
"Saat ini sudah ada 56 desa/kelurahan yang mendirikan Koperasi Merah Putih, sedangkan 100 desa/kelurahan lainnya masih dalam proses pembentukan," kata kepala Disperindagkop UKM Rejang Lebong Anes Rahman saat dihubungi di Rejang Lebong, Sabtu.
Dia menjelaskan, pembentukan Koperasi Merah Putih di 156 desa/kelurahan tersebar dalam 15 kecamatan di Rejang Lebong tersebut sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Pembentukan Koperasi Merah Putih tersebut, kata dia, juga merupakan salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam upaya pengembangan ekonomi pedesaan.
Pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Rejang Lebong itu sendiri mulai dilaksanakan sejak pertengahan April 2025, dan saat ini yang sudah membentuknya sebanyak 56 desa/kelurahan. Targetnya sampai dengan Juni mendatang semua desa/kelurahan di Rejang Lebong sudah terbentuk koperasi merah putih.
Menurut dia, sesuai dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025, Koperasi Merah Putih ini akan menerima bantuan dari pemerintah pusat berupa kendaraan truk dan fasilitas penyimpanan dingin (cold storage).
"Untuk itu masing-masing koperasi diminta menyiapkan lahan guna pembangunan gudang usaha koperasi nantinya," tambah dia lagi.
Sementara itu untuk pengumpulan modal usaha, koperasi merah putih memiliki berbagai sumber potensial dari simpanan pokok, simpanan wajib, dan simpanan sukarela dari anggota. Selain itu juga dana hibah dari dana desa serta kerja sama dengan pihak perbankan.
"Usaha Koperasi Merah Putih ini disesuaikan dengan potensi yang ada di desa/kelurahan masing-masing, seperti pembukaan apotek desa, klinik kesehatan, hingga penyediaan cold storage untuk menyimpan produk pertanian agar tahan lama," demikian Anes Rahman.
