Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI menyinggung pula soal KEM-PPKF Tahun 2026 dengan tema Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi.

Menurut Puan, tema ini menunjukkan komitmen Pemerintah untuk melakukan reformasi struktural yang substansial sehingga Indonesia memiliki kemampuan dan kekuatan dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan kekuatan ekonomi nasional.

Tema tersebut, lanjut dia, juga sangat relevan dengan tatanan global yang makin kompleks dan tidak pasti.

"Dinamika global saat ini makin menuntut kita untuk tidak dapat bergantung sepenuhnya pada mekanisme pasar global. Kita harus membangun kekuatan dalam negeri," paparnya.

Puan lalu menyinggung soal Ikhtisar Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester II Tahun 2024 dan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat Tahun 2024 yang telah disampaikan ke DPR hari ini.

"Pada masa persidangan selanjutnya alat kelengkapan dewan dapat segera menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan BPK tersebut," ujarnya.

Menutup masa persidangan ini, Puan menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh anggota DPR RI yang telah bekerja untuk mewujudkan harapan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa rakyat menaruh harapan yang besar atas kerja-kerja konstitusional DPR RI.

"Saatnya memasuki masa reses untuk menyapa, mendengarkan, dan menyerap aspirasi rakyat, kemudian menjelaskan tugas-tugas konstitusional yang telah dilaksanakan DPR RI, serta mempersatukan rakyat dalam semangat gotong royong untuk membangun kemajuan Indonesia," terang Puan.

Usai penutupan masa sidang hari ini, DPR akan memasuki masa reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2024—2025 mulai 28 Mei hingga 23 Juni 2025.

Reses merupakan waktu ketika anggota legislatif melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) masing-masing di luar masa sidang. Kegiatan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi dan keluhan masyarakat, serta menindaklanjuti usulan yang diajukan.



Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026