Bengkulu (ANTARA) - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan siap mengucurkan anggaran untuk membantu siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) setempat mengembangkan kendaraan listrik hasil penelitian mereka menjadi produk komersial yang bisa dijual di pasar.

"Yang telah dilakukan anak SMK ini, proyeknya berapa, peluangnya, dana saya kasih. Ada proyek besar dari gubernur, bagaimana mobil atau motor itu tidak menggunakan BBM, tapi pakai solar cell," kata dia di Bengkulu, Sabtu.

Proyek motor listrik yang dikembangkan siswa SMK di Bengkulu itu, yakni membangun kendaraan listrik dan stasiun pengisian kendaraan listrik berbasis tenaga surya.

Ia meminta para siswa memastikan hasil penelitian dan perakitan kendaraan listrik mereka dari sisi kualitas, waktu pengecasan, kapasitas simpan listrik, jarak tempuh yang bisa dipakai sekali melakukan pengecasan dan ketahanan kendaraan.

"Jadi jangan pernah puas dengan inovasi, intinya itu maksudnya. Nah kalau kita sudah puas dengan inovasi kita hari ini, rupanya ada yang lebih lagi," kata dia.

Helmi mengatakan akan menyiapkan lomba inovasi untuk para siswa dengan hadiah bisa mencapai Rp10 miliar. Hadiah tersebut nantinya bisa dijadikan untuk pengembangan penelitian, pengembangan produk dan mewujudkan hasil produksi para siswa tersebut juga masuk kancah pasar otomotif Indonesia.

Siswa SMKN 2 Kota berhasil membangun motor listrik dan mengonversi sepeda menjadi sepeda listrik. Untuk pengisian tenaga listrik, para siswa tersebut juga berhasil membangun stasiun pengisian berbasis tenaga surya.

Motor listrik yang berhasil dibangun bisa melaju hingga kecepatan 50 kilometer per jam. Para siswa tersebut juga berencana membangun stasiun pengisian listrik berbasis tenaga surya di sekolah mereka sebagai stimulus para siswa dan guru beralih menggunakan kendaraan listrik atau sepeda listrik ke sekolah.



Pewarta: Boyke Ledy Watra
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026