Tangerang Selatan (ANTARA) - Satuan Unit Gegana Brimob Polda Metro Jaya, mengevakuasi temuan dua buah mortir yang diduga sisa perang zaman penjajahan di lokasi lapak jual beri barang bekas di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten pada Kamis.

Kapolsek Serpong, Kompol Suhardono di Tangerang, mengatakan bahwa upaya evakuasi terhadap dua buah mortir ini dilakukan setelah sebelumnya ditemukan oleh salah satu warga saat didapat dari hasil jual-beli besi rongsokan.

"Iya benar itu dilaporkan semalam, itu ditemukan di lapak jual-beli besi bekas. Saat ini dua buah mortir telah diamankan di detasemen Gegana Polda Metro Jaya," jelasnya.

Ia menyebut, dari dua buah mortir yang diperkirakan seberat 53 kilogram dengan panjang 30 centimeter (cm) dan lebar 10 cm serta 60 cm dan lebar 15 cm.

"Setelah kami cek kami pasang police line dan berkoordinasi dengan Gegana Polda Metro Jaya dan mereka yang mengamankan. Kata mereka (Gegana) diduga peluru lama zaman perang penjajahan dulu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, untuk proses evakuasi terhadap temuan mortir ini diterjunkan tim penjinak bom sebanyak empat personel dengan kelengkapan penuh.

Hal tersebut, katanya dilakukan sebagai antisipasi terjadinya ledakan yang dapat membahayakan warga setempat.

"Peluru berat hampir 53 kilogram dua-duanya. satu besar dan satu kecil," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk kedua mortir tersebut saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh tim penjinak bom sebagai memastikan keaktifan dari mortir itu.

"Kita tidak bisa memastikan apakah itu masih aktif atau tidak, namun yang pasti itu diperoleh dari jual-beli besi bekas," kata dia.

 



Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026