Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menyebut sebanyak 723 tenaga honorer yang bekerja di lingkungan pemerintah daerah dinyatakan lulus pada seleksi penerimaan calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahap kedua dari total pendaftar sebanyak 1.116 orang.

"Memang benar, sudah kami umumkan melalui situs resmi. Setiap peserta dicantumkan keterangan lulus atau tidak lulus," kata Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bengkulu, Achrawi, di Bengkulu, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa 723 orang yang lulus tersebut terdiri atas berbagai formasi, yakni 603 orang untuk formasi tenaga teknis, 17 orang untuk formasi guru, dan 103 orang untuk formasi tenaga kesehatan.

Para peserta yang dinyatakan lulus seleksi PPPK tahap kedua selanjutnya wajib mengisi daftar riwayat hidup hingga 31 Juli 2025 serta menyampaikan dokumen secara elektronik melalui laman yang telah diumumkan.

Selanjutnya, peserta juga harus menyampaikan berkas fisik ke kantor BKPSDM Kota Bengkulu, dengan melengkapi sejumlah dokumen seperti pas foto, ijazah/STTB, transkrip nilai, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), serta surat keterangan sehat jasmani dan rohani.

"Jika dokumen administrasi ini tidak dilengkapi sesuai batas waktu yang ditentukan, maka peserta bersangkutan dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Surat keterangan dan kelengkapan tersebut digunakan sebagai persyaratan pengangkatan menjadi PPPK," terang Achrawi.

Sementara itu, sebanyak 375 tenaga honorer yang mengikuti tes PPPK tahap kedua masuk dalam formasi tampungan.

"Formasi tampungan ini ditujukan bagi mereka yang telah masuk dalam kategori R3T, yakni tenaga honorer dan nonpegawai ASN yang telah terdaftar dalam basis data Badan Kepegawaian Negara," ujarnya.

Formasi tampungan tersebut nantinya akan diusulkan oleh Pemkot Bengkulu kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna mengisi formasi yang masih kosong.



Pewarta: Anggi Mayasari
Editor : Anom Prihantoro

COPYRIGHT © ANTARA 2026