Mukomuko Bengkulu (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menargetkan verifikasi data kelompok tani yang menerima bantuan sebanyak 10 unit alat mesin pertanian (alsintan) jenis crowler tuntas dalam bulan Juli 2025.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Fitriani Ilyas saat dihubungi dari Mukomuko, Rabu, mengatakan, saat ini tim verifikasi belum selesai melakukan verifikasi data kelompok tani yang diusulkan sebagai calon penerima bantuan sebanyak 10 alsintan dari Kementerian Pertanian RI.

"Salah satu anggota tim verifikasi data kelompok tani penerima bantuan alat mesin pertanian pada hari ini baru pulang dari Jakarta, kemungkinan besok verifikasi final penerima bantuan alat mesin pertanian," katanya.

Tim verifikasi Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko sebelumnya menerima proposal usulan bantuan 10 alat mesin pertanian dari lebih 20 kelompok tani di daerah ini.

Setelah tim selesai melakukan verifikasi dan dinas menetapkan calon petani dan calon lokasi, selanjutnya menunggu pembagiannya, dan instansi menunggu petunjuk petunjuk bupati terkait pembagian alat mesin pertanian ini.

"Kalau Bupati Mukomuko mau membagikan kami menunggu petunjuk dulu, atau langsung dibagikan saja," ujarnya.

Dia mengatakan, daerah ini mendapat tambahan 10 unit alat mesin pertanian atau alsintan jenis crowler untuk mengejar target luas tambah tanam (LTT) yang ditargetkan Kementerian Pertanian seluas 1.569 ha pada 2025.

Penambahan sebanyak 10 unit crowler untuk daerah ini masih dari Kementerian Pertanian RI dan fungsinya sama dengan bantuan 12 traktor roda empat untuk pengolahan lahan pertanian.

"Bantuan alsintan ini untuk ketahanan pangan dan untuk mengejar target LTT yang ditargetkan Kementan RI untuk daerah ini," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko sebelumnya mendapat bantuan sebanyak 12 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Bengkulu. 

 

 

 



Pewarta: Ferri Aryanto
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026