Kota Bengkulu (ANTARA) - Pemerintah Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakatnya untuk terus menjaga kebersihan lingkungan guna mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD).

"Hari minggu jangan lupa pak lurah, pak RT, biasakan gotong royong. Ajak warganya bersih-bersih," kata Wali Kota Dedy Wahyudi di Bengkulu, Jumat.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga kebersihan. Sebab jika masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan dan mau bergotong royong, maka tidak akan ada sampah yang menumpuk, tidak akan ada drainase yang mampet, dan tidak ada warga yang terkena DBD.

"Gotong royong itu minimal satu jam jadilah sebelum pergi kondangan, guna memastikan lingkungan kita bersih agar tidak ada jentik-jentik nyamuk," ujar dia.

Hal tersebut harus dilakukan karena sejak Januari hingga Juli 2025 sebanyak empat warga di wilayah itu dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu juga mencatat sejak Januari hingga awal Juli 2025 sebanyak 148 warga terinfeksi penyakit DBD.

"Dengan maraknya kasus DBD di Kota Bengkulu kita ikut prihatin terhadap kondisi lingkungan, untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat agar giat melakukan aksi gotong royong membersihkan lingkungan masing-masing, terutama jangan sampai ada air yang tergenang," sebutnya.

Pihaknya juga terus mengintensifkan upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD, salah satunya dengan melakukan pemantauan wilayah yang ditemukan kasus, pembagian abate, serta penjadwalan kegiatan fogging atau pengasapan.

Joni menerangkan, pengasapan tersebut dilakukan secara selektif di lokasi yang ditemukan kasus DBD dengan minimal dua orang dalam satu lingkungan, sebelum dilakukan penyemprotan

Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat agar menerapkan 3M plus guna mengantisipasi terjadinya kenaikan DBD di Kota Bengkulu.

"Yang sangat berdampak untuk mengantisipasi DBD yaitu penerapan 3M, yaitu menguras bak mandi seminggu sekali, mengubur barang bekas, menutup bak penampungan air, sebab dapat menjadi sarang nyamuk," ujar dia.

Saat ini Pemkot Bengkulu juga berupaya untuk mengurangi penyebaran kasus DBD seperti melakukan pemberantasan sarang nyamuk di wilayah dengan kasus DBD yang tinggi.



Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026